Mentan Ungkap Negara Rugi Nyaris Rp100 Triliun Gara-Gara Beras Oplosan
Amran menyatakan, temuan beras oplosan itu berasal dari pemeriksaan 268 merek beras di 10 provinsi penghasil utama dan telah diuji di 13 laboratorium.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyebut, total kerugian akibat kasus beras premium oplosan mencapai Rp99 triliun.
"Ini total nilainya setelah kita kali jumlah beras yang beredar itu Rp99 triliun," kata Amran dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Rabu (16/7).
Amran menyatakan, temuan beras oplosan itu berasal dari pemeriksaan 268 merek beras di 10 provinsi penghasil utama dan telah diuji di 13 laboratorium.
"Ini kami periksa di 13 lab. Kami khawatir kalau ada komplain karena ini sangat sensitif," kata dia.
Menurut Amran, kasus yang terjadi tidak hanya oplosan melainkan juga penipuan yakni beras curah diberi label dan dijual harga premium.
"Ada yang dioplos, ada yang tidak dioplos, langsung ganti kemasan. Jadi ini semua beras curah tetapi dijual harga premium. Beras curah tapi dijual harga medium dan labnya kami pakai 13," pungkasnya.
'Sikat' Perusahaan Oplos Beras
Amran menegaskan, pemerintah tidak main-main terkait dengan temuan beras oplosan dan akan menindak tegas sebagai upaya melindungi petani dan masyarakat pada umumnya.
Amran menyebut pihaknya sudah menyurati Kapolri dan diskusi dengan Jaksa Agung terkait dengan beras oplosan.
"Sekarang sudah diperiksa. Ada 212 merek dan kami menyurati Kapolri. Kami juga sudah diskusi langsung dengan Jaksa Agung. Sekarang ada Satgas Pangan, kami sama-sama sekarang," katanya saat kunjungan kerja di lahan HGU Jengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Selasa.
Dia mengungkapkan saat ini petugas terkait sudah memeriksa 25 pemilik merek beras kemasan tersebut. Mereka diperiksa secara maraton.
Minta Pengusaha Tak Zalim ke Petani
Pihaknya juga yakin bahwa kasus itu akan ditindak tegas karena merugikan konsumen sekitar Rp99 triliun atau hampir Rp100 triliun per tahun.
"Menurut informasi yang kami terima beberapa daerah sudah menurunkan harga sesuai HET (harga eceran tertinggi) dan juga kualitasnya sesuai standar," kata dia.
Dirinya juga meminta kepada pengusaha untuk sadar dan tidak zalim ke petani dan konsumen. Sesuai dengan data, ada sekitar 287 juta orang seluruh Indonesia. Beras adalah bahan pokok utama yang dikonsumsi masyarakat Indonesia.
"Kami terima kasih ke pengusaha, sadar jangan zalim ke petani. Konsumen ada 287 juta sekarang seluruh Indonesia. Yang menengah ke atas masih aman tapi yang menengah ke bawah di garis kemiskinan kasihan. Kita harus peduli ke saudara kita. Siapa yang mau menjaga bangsa ini kalau bukan kita semua," ujar dia.