Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan temuan mengejutkan terkait penyimpangan dalam distribusi beras nasional. Bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) menemukan 212 merek beras yang diduga tidak sesuai dengan standar kualitas, mutu, dan volume yang berlaku.
Ia menyebutkan bahwa pemeriksaan terhadap temuan tersebut sudah mulai dilakukan sejak 10 Juli 2025. Pihaknya berharap agar proses hukum berjalan tegas demi melindungi konsumen dari praktik yang merugikan.Amran juga menemukan pupuk palsu yang beredar di petani.
Ia menyebut kerugian petani akibat pupuk palsu mencapai Rp3,2 triliun. Akibatnya petani bangkut karena menggunakan pinjaman KUR. Amran mengatakan penipuan tersebut tidak beradab hingga biadab.