Mencengangkan, Kisah Hidup Arsin Bin Sanip dari Rentenir dan Calo Tanah hingga Jabat Kades Kohod
Arsid pernah mengaku sebagai direktur di Bank DKI, hinggs memiliki beberapa unit mobil.
Mencengangkan, Arsid bin Sanip Pernah Jadi Rentenir hingga Calo Sebelum Jabat Kades Kohod
Arsin bin Sanip, Kepala Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang viral karena mendebat Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, terkait pembatalan sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB/SHM) di perairan Desa Kohod yang saat ini bergelimang harta ternyata pernah hidup pas-pasan.
Kepala Desa yang dikenal memiliki sederet kendaraan mewah seperti Jeep Rubicon ini juga pernah menjadi jasa rentenir atau Bank Keliling (Bangke) istilah di wilayah Tangerang.
“Sebelum menjabat (Kepala Desa) arsin itu bank keliling warga menyebut ‘bangke’ alias rentenir,” kata kuasa hukum warga Kohod yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Kezaliman (Amak), Henri, Minggu (2/2).
Menurut Henri, berdasarkan cerita warga Kohod, Arsin juga bukanlah orang kaya, jauh dari kekayaan yang dia miliki saat ini setelah menjabat Kepala Desa Kohod. Warga mengetahui kehidupan ekonomi Arsin seperti kehidupan masyarakat pesisir Tangerang lainnya, meski dia berprofesi sebagai Bangke/ rentenir.
“Sebelum menjabat belum kaya. Kaya warga engga punya. Dia mulai berulah sejak tahun 2003 saat menjabat Sekretaris Desa,” ungkap dia.
Pernah Jadi Calo
Selain menjabat sebagai sekretaris Desa, Arsin kata Henri dikenal warga setempat sebagai calo. Kebiasaan mencalo juga terus dia geluti sampai jabatan Kepala Desa di Kohod.
“Sekdes dulu 2003 nyambi calo tanah. Rumahnya juga sekarang ada beberapa, istrinya saja dua,” jelasnya.
Henri memastikan jika beberapa rumah yang kini di miliki Arsin, diketahui warga dan Henri dari penuturan Arsin sendiri. Sebab, menurut Henri, Arsin termasuk golongan orang kaya baru yang kaget dan doyan pamer ketika bergelimang harta seperti sekarang ini.
“Kurang lebih yang sudah kita lihat sih ada 4. Di Kohod, Sepatan, Tanjung Burung, Lontar di komplek Garuda (belum fix apa rumah sendiri atau ngontrak). Itu pengakuan Arsin sendiri, dia itu mulutnya ember, maunya show of, karena OKB,” terangnya.
Sebelumnya, Arsin mengaku kepada awak media sebagai direktur di Bank DKI. Ini pula yang membuat dirinya memiliki beberapa unit mobil mewah.
“Saya kan pernah jadi Direktur Bank DKI, 17 tahun saya kerja,” ucap Arsin kala itu mengenakan stelan Pakain Dinas Harian (PDH) di Balai Media Center wartawan DPRD Kabupaten Tangerang.
Hingga saat ini, Arsin masih enggan berkomentar terkait pencabutan SHGB/SHM oleh ATR/BPN.