Menag: Puasa Tanpa Niat Itu Diet
"Segala amal ibadah itu harus disertai niat," ujar Nasaruddin Umar.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan pentingnya niat dalam menjalankan ibadah. Termasuk dalan menjalankan puasa dan salat.
Nasaruddin menyebut, berpuasa tanpa niat berarti diet. Sementara salat tanpa niat adalah olahraga.
"Izinkan saya menyampaikan, mumpung masih awal Ramadan. Segala amal ibadah itu harus disertai niat. Kalau puasa tanpa niat itu diet, kalau salat tanpa niat itu olahraga," kata Nasaruddin saat menjadi penceramah pada malam pertama Salat Tarawih Ramadan 1446 H di Masjid Istiqlal, dikutip dari siaran pers, Sabtu (1/3).
"Inti dari setiap ibadah itu adalah niat. Kalau kita lupa berniat, ini persoalan dalam ibadah kita," sambungnya.
Dia mengingatkan ribuan jamaah salat Tarawih di Masjid Istiqlal dan seluruh umat muslim yang melaksanakan puasa untuk memperbaiki niatnya dengan baik. Dalam pendekatan Fiqh, setiap ibadah itu tetap diminta untuk berniat.
"Konsep niat berpuasa menurut Imam Syafi’I, niat berpuasa dilakukan pada malam harinya, jangan biasakan pas sahur, itu sudah pagi. Setiap malam kita harus berniat berpuasa. Tolong ingatkan keluarganya, jadi lah muballigh dan guru dirumah masing-masing," jelasnya.
Ajak Umat Islam Perbanyak Mengaji
Di sisi lain, Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengajak umat Islam untuk membuat kejutan-kejutan di awal Ramadan. Salah satunya, dengan mengaji atau khataman Alquran.
"Dan yang memiliki rencana-rencana monumental niatkan dan mulailah pada bulan Ramadan. Seperti peletakan batu pertama sebuah bangunan, atau menulis buku, dan lainnya," jelas Nasaruddin.
Dia menuturkan hal besar yang direncanakan, baik aspek bisnis, sosial, kebudayaan, dan lainnya agar mengawalinya pada bulan suci Ramadan. Nasaruddin menyebut sejarah membuktikan bahwa kejadian-kejadian yang monumental itu adalah apa yang ditanamkan pada Ramadan.
"Banyak peristiwa penting dalam agama Islam terjadi pada bulan Ramadan. Seperti malam ketika diturunkannya Alquran/malam nuzul Alquran. Peristiwa ini memiliki makna yang sangat penting. Selain Alquran itu diturunkan, juga sekaligus menjadikan Muhammad SAW menjadi Nabi dan juga sekaligus sebagai Rasul," tutur Nasaruddin Umar.