Makassar Hidupkan Kembali Tradisi Maulid Pesisir, Pernah Jaya di Era Ilham Arief Sirajuddin
Pemerintah Kota Makassar kembali menghidupkan tradisi Maulid Pesisir yang bersejarah, menargetkan 5.000 peserta dan menghadirkan Ustaz Das'ad Latif.
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, Sulawesi Selatan, akan kembali menghidupkan tradisi Maulid Pesisir yang memiliki nilai sejarah penting. Acara ini dijadwalkan berlangsung pada 25 September 2025 di Pelataran Pelabuhan Paotere.
Tradisi Maulid Pesisir ini pernah dilaksanakan secara rutin pada masa pemerintahan Wali Kota Makassar periode 2004-2014, Ilham Arief Sirajuddin. Inisiatif ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, yang memimpin rapat koordinasi persiapan.
Pelaksanaan Maulid Pesisir 2025 merupakan wujud komitmen politik Pemkot Makassar untuk melestarikan tradisi. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi seremonial, tetapi juga momentum kebersamaan masyarakat pesisir.
Sejarah dan Komitmen Politik di Balik Maulid Pesisir
Maulid Pesisir memiliki akar sejarah yang kuat di Kota Makassar, khususnya di wilayah pesisir. Tradisi ini pernah menjadi agenda tahunan yang meriah dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari janji politiknya bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. "Kegiatan ini adalah wujud dari janji politik kami, dan Alhamdulillah sejak tahun lalu sudah kita laksanakan, karena itu saya meminta seluruh SKPD, Perusda, serta camat terkait untuk aktif terlibat demi kesuksesan acara ini,” ujarnya.
Komitmen ini menunjukkan keseriusan Pemkot Makassar dalam menjaga dan mengembangkan tradisi lokal. Hal ini sekaligus menjadi upaya untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan di antara masyarakat pesisir.
Persiapan Matang dan Keterlibatan Berbagai Pihak
Rapat koordinasi yang dipimpin Aliyah Mustika Ilham membahas mekanisme pelaksanaan dan pembagian tugas secara detail. Asisten II Kota Makassar, Zainal Ibrahim, memaparkan rencana teknis, termasuk target kehadiran 5.000 peserta.
Sejumlah camat dari wilayah Ujung Tanah, Tallo, Wajo, dan Bontoala, ditugaskan untuk menggerakkan partisipasi masyarakat. Mereka juga bertanggung jawab untuk menyelesaikan urusan teknis di wilayah masing-masing.
Acara Maulid Pesisir 2025 akan dimulai pukul 19.30 WITA dan akan menghadirkan Ustaz Das’ad Latif sebagai penceramah utama. Selain itu, panitia akan menyiapkan 51 bakul maulid di sisi panggung, pembagian doorprize, serta pengaturan shaf khusus untuk laki-laki dan perempuan.
Berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut berperan strategis dalam persiapan ini. Badan Kesbangpol mengurus izin keramaian dan koordinasi Forkopimda, serta antisipasi potensi kerawanan sosial. Satpol PP bertanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban acara. Dinas Perhubungan akan melakukan rekayasa lalu lintas, pengaturan parkir, dan penyediaan penerangan.
- BPBD dan Damkar: Menyiapkan jalur evakuasi, personel darurat, serta pembersihan lokasi.
- Dinas Kesehatan: Menyiapkan tenaga medis dan fasilitas kesehatan.
- PDAM: Menyediakan mobil tangki air untuk kebutuhan wudhu.
- Bagian Kesra, Umum, Protokol, dan Pemerintahan: Mengatur teknis acara, konsumsi, undangan, hingga penempatan tamu VIP.
Wujud Kebersamaan Masyarakat Pesisir
Aliyah Mustika Ilham menekankan pentingnya kolaborasi dan keterlibatan semua pihak sebagai kunci keberhasilan acara. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan suasana yang kondusif.
“Saya ingin Maulid Pesisir 2025 menjadi momentum kebersamaan masyarakat pesisir Makassar. Kita ingin menghadirkan acara yang tertib, khidmat, sekaligus bermakna bagi seluruh peserta,” kata Aliyah.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Makassar berupaya memperkuat ikatan sosial dan spiritual di kalangan masyarakat pesisir. Maulid Pesisir diharapkan menjadi perayaan yang membawa berkah dan mempererat persatuan warga.
Sumber: AntaraNews