Perumda Terminal Makassar Metro Genjot Modernisasi Tiga Terminal Utama untuk Kenyamanan Pengguna
Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Terminal Makassar Metro serius melakukan modernisasi Terminal Makassar di tiga lokasi utama demi menciptakan kenyamanan dan optimalisasi fungsi transportasi darat.
Pemerintah Kota Makassar, melalui Perumda Terminal Makassar Metro, tengah gencar melakukan upaya modernisasi terhadap tiga terminal utama di wilayahnya. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperbarui "wajah" terminal agar lebih modern dan memberikan kenyamanan maksimal bagi para pengguna jasa transportasi. Pembenahan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan publik di sektor transportasi darat.
Tiga terminal yang menjadi fokus utama dalam program modernisasi ini adalah Terminal Regional Daya (TRD) di Kecamatan Biringkanaya, Terminal Mallengkeri di Kecamatan Tamalate, serta Terminal Toddopuli di Kecamatan Panakkukang. Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro, Elber Maqbul Amin, menyatakan bahwa pembenahan dilakukan secara bertahap dan terukur. Fokus utama meliputi peningkatan infrastruktur, penataan kawasan, dan penguatan fungsi pelayanan di setiap terminal.
Komitmen Perumda Terminal Makassar Metro tidak hanya berhenti pada aspek fisik, tetapi juga mencakup penguatan fungsi terminal sebagai simpul transportasi yang tertib dan produktif. Sinergi lintas sektor, terutama dalam penegakan regulasi, dianggap krusial untuk mewujudkan terminal yang nyaman dan efisien. Upaya ini diharapkan dapat menjadikan terminal sebagai cerminan wajah transportasi darat Kota Makassar yang modern dan teratur.
Peningkatan Infrastruktur dan Penertiban Kawasan Terminal
Langkah pembenahan yang dilakukan oleh Perumda Terminal Makassar Metro mencakup berbagai aspek penting. Tidak hanya menyentuh perbaikan dan pengaspalan jalan di dalam kawasan terminal, tetapi juga fokus pada penertiban terminal bayangan. Praktik terminal bayangan ini diketahui kerap mengganggu ketertiban lalu lintas dan berpotensi mengurangi pendapatan asli daerah.
Selain itu, pemerintah juga berupaya mengaktifkan kembali sejumlah lokasi strategis di dalam terminal. Tujuannya adalah agar terminal tidak hanya berfungsi sebagai tempat naik dan turun penumpang, melainkan juga sebagai ruang publik yang tertata rapi, aman, dan memiliki nilai estetika. Konsep ini diharapkan dapat mengubah citra terminal menjadi lebih positif di mata masyarakat.
Khusus untuk Terminal Regional Daya, pembenahan kawasan dilakukan secara menyeluruh, mencakup peningkatan infrastruktur, penataan operasional, hingga penguatan regulasi. Direktur Utama Perumda Terminal Makassar Metro menekankan bahwa upaya ini bertujuan mendorong optimalisasi fungsi Terminal Regional Daya. Terminal ini diharapkan menjadi simpul transportasi utama sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat di sekitarnya.
Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam mewujudkan terminal yang tertib, nyaman, dan produktif. Penegakan regulasi yang konsisten akan memastikan bahwa semua pihak mematuhi aturan yang berlaku. Hal ini penting untuk menciptakan lingkungan terminal yang aman dan efisien bagi semua pengguna.
Mengatasi Tantangan dan Optimalisasi Fungsi Transportasi
Meskipun berbagai upaya pembenahan telah dilakukan, tantangan utama masih dihadapi terkait aktivitas naik dan turun penumpang. Salah satu masalah yang sering terjadi adalah praktik pengambilan penumpang di luar area terminal. Fenomena ini kerap ditemukan di pinggir jalan maupun di pool perusahaan otobus (PO) yang tidak beroperasi di dalam terminal.
Kondisi seperti ini berdampak pada belum maksimalnya fungsi terminal sebagai pusat layanan transportasi yang terintegrasi. Selain itu, praktik ini juga mengurangi potensi terminal sebagai penggerak ekonomi kawasan, karena aktivitas transaksi dan layanan tidak terpusat di satu lokasi. Perumda Terminal Makassar Metro berkomitmen untuk mengatasi permasalahan ini demi terciptanya sistem transportasi yang lebih teratur.
Sebagai langkah konkret, Perumda Terminal Makassar Metro telah menyiapkan fasilitas dan lahan memadai di dalam kawasan terminal. Fasilitas ini diperuntukkan bagi kendaraan kecil maupun PO yang ingin beroperasi secara resmi di dalam terminal. Penyediaan fasilitas ini diharapkan dapat menarik semua aktivitas transportasi untuk terpusat di area terminal yang telah disediakan.
Upaya ini diharapkan dapat mendorong seluruh aktivitas transportasi untuk berpusat di dalam terminal. Dengan demikian, fungsi terminal sebagai hub transportasi utama dapat berjalan optimal, memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penumpang, serta meningkatkan pendapatan daerah. Penertiban ini juga akan menciptakan persaingan yang sehat antar penyedia jasa transportasi.
Sumber: AntaraNews