LPOI Serukan Hentikan Perang dan Dukung Diplomasi Internasional Presiden Prabowo
Said Aqil menegaskan bahwa Indonesia, dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, memiliki legitimasi untuk berperan lebih jauh dorong perdamaian.
Lembaga Persaudaraan Ormas Islam (LPOI) menyerukan penghentian perang dan penghapusan penjajahan dalam berbagai bentuk, serta menyatakan dukungan terhadap langkah diplomasi internasional Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pernyataan pers yang disampaikan di Jakarta, Ketua Umum LPOI Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj MA menilai dunia saat ini berada dalam situasi kritis akibat eskalasi konflik bersenjata, polarisasi geopolitik, dan krisis kemanusiaan yang meluas.
"Bangsa Indonesia berdiri di atas amanat konstitusi yang tidak dapat ditawar, bahwa: ‘penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.’ Amanat tersebut adalah deklarasi universal yang melampaui ruang dan waktu. Ia bukan hanya prinsip domestik, melainkan mandat internasional yang menempatkan Indonesia pada posisi strategis dalam memperjuangkan keadilan global. Amanat ini adalah kompas moral sekaligus deklarasi internasional yang relevansinya justru semakin mendesak di abad ini," ujarnya.
Said Aqil menegaskan bahwa Indonesia, dengan prinsip politik luar negeri bebas dan aktif, memiliki legitimasi untuk berperan lebih jauh dalam mendorong perdamaian global.
"Sebagai negara dengan politik luar negeri bebas dan aktif, Indonesia memiliki legitimasi historis, kredibilitas moral, dan posisi strategis untuk memainkan peran kepemimpinan global dalam membangun jembatan dialog di tengah polarisasi dunia. Indonesia tidak hanya berkewajiban menjadi pengamat, tetapi juga pelaku aktif dalam menciptakan solusi yang adil dan berimbang."
Ia juga menambahkan, "Perdamaian abadi bukanlah sekadar absennya perang, melainkan hadirnya keadilan. Perdamaian sejati lahir ketika hak-hak dasar manusia dihormati, ketika bangsa-bangsa bebas menentukan nasibnya sendiri tanpa intimidasi, dan ketika hukum internasional ditegakkan tanpa standar ganda."
Dalam pernyataan tersebut, LPOI menyampaikan lima poin sikap, antara lain mendorong diplomasi perdamaian yang proaktif, menegaskan kedaulatan politik luar negeri Indonesia, menegakkan supremasi hukum internasional, memperkuat keamanan nasional, serta mengonsolidasikan solidaritas negara-negara Global Selatan.
LPOI juga menyatakan dukungan terhadap inisiatif Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat diplomasi internasional yang berorientasi pada perdamaian berkeadilan.
Kyai Said menegaskan, "Persatuan rakyat adalah jantung bangsa, yang setiap detaknya memompa kekuatan, harapan, dan keberanian ke setiap sudut negeri. Kepercayaan pada pemimpin adalah napasnya, yang memberi arah, meneguhkan langkah, dan menjaga bangsa tetap hidup dalam badai tantangan. Saat jantung dan napas ini berpadu, tidak ada rintangan yang terlalu besar, tidak ada guncangan yang mampu mematahkan tekad kita. Bersama, kita berdiri kokoh, menyalakan semangat generasi, dan menaklukkan setiap tantangan mengubah perbedaan menjadi kekuatan, dan harapan menjadi kenyataan. Inilah kekuatan sejati bangsa: rakyat yang bersatu, pemimpin yang dipercaya, dan cita-cita yang tak tergoyahkan."
Dukung Kepemimpinan Nasional
Di akhir pernyataannya, Said Aqil kembali menegaskan dukungan terhadap kepemimpinan nasional dalam menghadapi dinamika global.
Penghormatan HAM
"Kami menyatukan suara, tenaga, dan pikiran dalam gelombang kebangkitan nasional, menyalakan obor semangat bagi seluruh anak bangsa, menghapus keraguan, dan membakar rasa percaya diri Indonesia di mata dunia. Bersama Presiden, rakyat Indonesia akan menjadi kekuatan moral, spiritual, dan strategis yang mengguncang langit, meneguhkan keamanan, menumbuhkan kemakmuran, dan mengangkat martabat bangsa ke puncak kejayaan yang abadi dan tak tergoyahkan."
LPOI menyatakan komitmennya untuk mendukung langkah diplomasi pemerintah guna memperjuangkan perdamaian dunia, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta penguatan kedaulatan dan keamanan nasional.