Lapas Kupang Tingkatkan Layanan Kesehatan: 20 Warga Binaan Ikuti Pelatihan Kader Kesehatan
Lapas Kelas IIA Kupang menggelar Pelatihan Kader Kesehatan bagi 20 warga binaan untuk meningkatkan kemandirian dan kualitas layanan kesehatan di lingkungan lapas.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kupang, Nusa Tenggara Timur, telah menyelenggarakan program Pelatihan Kader Kesehatan. Sebanyak 20 warga binaan terpilih mengikuti kegiatan ini guna memperkuat layanan kesehatan internal. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Kupang untuk meningkatkan kualitas hidup penghuninya.
Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 10 hingga 11 November 2025, dengan tujuan utama meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga binaan. Mereka diharapkan dapat menjadi agen perubahan positif dalam menjaga kesehatan lingkungan Lapas. Kepala Lapas Kelas IIA Kupang, Antonius Hubertus Jawa Gili, menekankan pentingnya kesehatan sebagai penopang proses pembinaan.
Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari semua blok hunian, menunjukkan cakupan partisipasi yang luas. Materi disampaikan oleh tim medis profesional dari Klinik Pratama Cendana Lapas Kelas IIA Kupang. Pendekatan ini memastikan bahwa ilmu yang diberikan relevan dan aplikatif bagi kondisi di dalam lapas.
Meningkatkan Kemandirian Kesehatan Warga Binaan
Kepala Lapas Kelas IIA Kupang, Antonius Hubertus Jawa Gili, menyatakan bahwa "Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warga binaan." Beliau menambahkan bahwa kesehatan warga binaan adalah faktor krusial dalam mendukung proses pembinaan mereka secara menyeluruh. Pelatihan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan komitmen tersebut.
Tujuan utama dari Pelatihan Kader Kesehatan Lapas Kupang ini adalah untuk membekali warga binaan dengan pengetahuan dan keterampilan dasar di bidang kesehatan. Dengan demikian, mereka tidak hanya dapat menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga menjadi mitra aktif bagi pihak lapas. Ini menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan kondusif bagi seluruh penghuni.
Antonius juga menyampaikan apresiasi atas antusiasme tinggi yang ditunjukkan oleh para peserta pelatihan. "Saya berharap, setelah mengikuti pelatihan ini, saudara-saudara dapat membantu teman-teman yang ada di blok masing-masing," ujarnya. Harapan ini menunjukkan bahwa peran kader kesehatan sangat strategis dalam menyebarkan informasi dan praktik kesehatan yang baik.
Materi Komprehensif dari Tenaga Medis Profesional
Materi Pelatihan Kader Kesehatan Lapas Kupang disampaikan langsung oleh tim medis berpengalaman dari Klinik Pratama Cendana Lapas Kelas IIA Kupang. Ini menjamin kualitas dan relevansi informasi yang diterima oleh para warga binaan. Para pemateri membawakan topik-topik esensial yang sangat dibutuhkan di lingkungan lapas.
Marselinus Leki membuka sesi dengan materi "Pengenalan Giat Kader Kesehatan dan Komunikasi Antara Pribadi (KAP)". Materi ini fokus pada pencegahan dan pengendalian penyakit menular, yang merupakan isu penting di lingkungan padat seperti lapas. Kemampuan komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam penyampaian pesan kesehatan.
Selanjutnya, dr. Fika Silvia memberikan penjelasan mendalam tentang Demam Berdarah Dengue (DBD). Pembahasan meliputi penyebab, gejala, metode pencegahan, serta penanganan awal. Pengetahuan ini sangat vital mengingat potensi penyebaran DBD di daerah tropis.
Materi terakhir disampaikan oleh Carolina Misa, yang mengupas tuntas mengenai penyakit Tuberkulosis (TBC). Ia menjelaskan cara penularan, gejala yang perlu diwaspadai, proses diagnosis, hingga opsi pengobatan yang tersedia. TBC adalah salah satu penyakit yang memerlukan perhatian khusus dalam upaya kesehatan masyarakat.
Upaya Berkelanjutan Lapas Kupang dalam Peningkatan Kesehatan
Selain Pelatihan Kader Kesehatan Lapas Kupang, Lembaga Pemasyarakatan Kupang juga secara rutin melaksanakan berbagai kegiatan kesehatan lainnya. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam menjaga kesejahteraan warga binaan. Program-program ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan fisik dan mental.
Kegiatan rutin tersebut mencakup penyuluhan kesehatan yang berkelanjutan, pemeriksaan kesehatan berkala bagi seluruh warga binaan, serta penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai. Fasilitas ini penting untuk memastikan akses terhadap layanan medis dasar. Semua upaya ini dilakukan untuk meminimalkan risiko penyebaran penyakit dan meningkatkan kualitas hidup di dalam lapas.
Sumber: AntaraNews