Kunci Bangun SDM Berdaya Saing, Lembaga Akreditasi Perguruan Tinggi di Dunia Harus Berkolaborasi
Mekanisme ini menjadi alat untuk menilai sejauh mana institusi pendidikan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan global.
Peningkatan mutu pendidikan tinggi menjadi salah satu kunci dalam membangun sumber daya manusia yang berdaya saing. Di berbagai negara, sistem penjaminan mutu berfungsi memastikan perguruan tinggi menjalankan proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan standar yang berlaku.
Mekanisme ini juga menjadi alat untuk menilai sejauh mana institusi pendidikan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan global.
Di tingkat internasional, berbagai organisasi telah menetapkan pedoman untuk menjaga konsistensi dan transparansi dalam pelaksanaan penjaminan mutu pendidikan tinggi. Salah satu di antaranya adalah International Network for Quality Assurance Agencies in Higher Education (INQAAHE), yang berperan sebagai jejaring lembaga akreditasi di seluruh dunia.
INQAAHE mendorong kolaborasi antar lembaga akreditasi agar sistem pendidikan di berbagai negara dapat saling diakui dan dipercaya.
Pentingnya pengakuan dari lembaga internasional menjadi sorotan karena menunjukkan tingkat keandalan sistem akreditasi suatu negara. Ketika lembaga penjaminan mutu mendapatkan pengakuan global, hal itu mencerminkan bahwa proses evaluasi dan standarnya sudah memenuhi prinsip transparansi, objektivitas, dan keterbukaan informasi.
Pengakuan semacam ini juga memberi kepercayaan kepada masyarakat dan dunia usaha terhadap kualitas lulusan dari perguruan tinggi yang terakreditasi.
Buka Peluang Kerja Sama Lintas Negara
Selain itu, pengakuan internasional turut membuka peluang kerja sama lintas negara, baik dalam bidang akademik maupun penelitian. Perguruan tinggi yang berada di bawah sistem akreditasi bereputasi tinggi akan lebih mudah menjalin kemitraan, mengembangkan program pertukaran mahasiswa, serta mendapatkan akses terhadap pendanaan internasional.
Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) menjadi salah satu lembaga akreditasi di Indonesia yang baru saja memperoleh pengakuan dari INQAAHE. Pengakuan ini diberikan melalui mekanisme Statement of Alignment terhadap International Standards and Guidelines for Quality Assurance in Tertiary Education (ISGs), yang menegaskan bahwa sistem akreditasi yang dilaksanakan oleh LAMEMBA telah sejalan dengan standar internasional.
Keputusan ini ditetapkan oleh Board of Directors INQAAHE pada 26 September 2025 setelah melalui proses telaah mendalam oleh INQAAHE ISG Recognition Committee.
Dalam penilaiannya, LAMEMBA dinyatakan memenuhi enam indikator utama, mulai dari legitimasi lembaga penjaminan mutu eksternal (Legitimacy of the External Quality Assurance Provider), kerangka kerja peninjauan mutu perguruan tinggi (Framework for External Review of Quality of Tertiary Education Providers), proses evaluasi dan pengambilan keputusan akreditasi (Evaluation, Decision-making and Appeals), internasionalisasi dan hubungan eksternal (Internationalization and External Relations), integritas serta keterbukaan informasi (Integrity, Disclosure and Transparency), dan peran serta pemangku kepentingan (Stakeholder Role and Engagement).
Berlaku 5 Tahun
Pengakuan tersebut berlaku selama lima tahun dan menempatkan LAMEMBA dalam daftar resmi lembaga penjaminan mutu pendidikan tinggi dunia di laman INQAAHE.
Ketua Recognition Committee INQAAHE, Fabrizio Trifiró dalam surat resminya menyampaikan bahwa pengakuan ini menjadi bukti kepercayaan internasional terhadap kredibilitas sistem akreditasi LAMEMBA.
Menurutnya, pencapaian tersebut mencerminkan komitmen kuat lembaga ini dalam menjunjung tinggi integritas, transparansi, dan objektivitas dalam menjalankan fungsi akreditasi pendidikan tinggi.
Ketua Dewan Eksekutif LAMEMBA, Ina Primiana, menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan lembaga menuju akreditasi berkelas dunia yang sesuai dengan rencana strategis LAMEMBA.
:Pengakuan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan amanah untuk terus memperkuat budaya mutu dan mendampingi perguruan tinggi dalam membangun sistem penjaminan mutu berkelanjutan sesuai standar global," ujarnya.