Kronologi Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, 2 Orang Meninggal
Tabrakan beruntun melibatkan 10 kendaraan terjadi di Tol Cipularang KM 93B. Dua orang, yakni sopir dan kernet pick up, dilaporkan meninggal dunia.
Kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah kendaraan terjadi di Tol Cipularang KM 93B pada Kamis (5/3/2026) malam. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban meninggal merupakan pengemudi dan kernet mobil pick up bernomor polisi B-9718-VAF yang terlibat dalam tabrakan dengan truk kontainer.
Kepala Induk PJR Cipularang Kompol Joko Prihantono menjelaskan kecelakaan bermula ketika truk kontainer bernopol B-9367-UEL yang dikemudikan MY melaju dari arah Bandung menuju Jakarta melalui lajur satu.
Saat mendekati lokasi kejadian, arus lalu lintas di depan kendaraan dilaporkan melambat karena adanya dump truck yang mengalami gangguan di jalan.
Diduga truk kontainer tersebut mengalami kendala pada sistem pengereman sehingga tidak dapat mengendalikan laju kendaraan dan kemudian menabrak mobil pick up yang berada di depannya.
"Faktor mempengaruhi diduga kendaraan Kontainer nopol B.9367.UEL mengalami masalah pengereman. Lanjut terjadi laka beruntun," kata Joko dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Sepuluh Kendaraan Terlibat dan Lalu Lintas Terganggu
Selain truk kontainer dan mobil pick up, kecelakaan tersebut juga melibatkan sejumlah kendaraan lain. Di antaranya truk bernopol BL-8752-NP, Toyota Rush F-1308-AZ, Daihatsu Sigra T-1394-BJ, tronton box D-9481-AF, Toyota Hiace E-7666-AA, Toyota Raize T-1518-HO, serta dua kendaraan lain jenis Mazda Biante dan Toyota Agya.
Akibat peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara korban luka berat maupun luka ringan masih mendapatkan penanganan.
"Jumlah korban dua meninggal pengemudi dan kernek pick up. Luka berat dan luka ringan dalam penanganan," ucap dia.
Petugas dari PJR Induk Cipularang langsung menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian. Para korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Rozak.
Sementara itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan dipindahkan menggunakan derek ke pool derek Jatiluhur.
Kecelakaan tersebut sempat menyebabkan penutupan lajur satu, lajur dua, serta bahu jalan. Kondisi itu membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian mengalami kemacetan.