KPK Mulai Selidiki Titik Lahan Pembangunan Kereta Cepat Whoosh
KPK juga mendalami ke lokasi-lokasi di sepanjang rute rel kereta. Utamanya, tanah dengan luas yang besar.
Ketua KPK, Setyo Budiyanto buka suara mengenai kasus dugaan korupsi dalam proyek lahan kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Menurut dia, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan belum banyak yang bisa diungkap ke publik.
"Sekali lagi ini masih tahap penyelidikan, tidak banyak yang bisa kami sampaikan," kata Setyo kepada awak media di Jakarta, seperti dikutip Kamis (4/12).
Setyo menjelaskan, hal yang saat ini dilakukan anggotanya adalah mengklarifikasi kepada sejumlah pihak di beberapa tempat soal tanah yang digunakan untuk proyek tersebut.
"Tanah ini posisinya tentu ada di beberapa tempat, bukan hanya di satu tempat saja. Ini yang sedang kami dalami, apakah tanah yang di Halim lokasinya adalah milik TNI AU atau bukan? ini belum pasti,” jelas dia.
Selain itu, tambah dia, KPK juga mendalami ke lokasi-lokasi di sepanjang rute rel kereta. Utamanya, tanah dengan luas yang besar.
"Kemudian dikelompokkan rutenya itu, apa, lokasinya itu yang besar-besar terutama," katanya.
Perbedaan Harga Tanah
Sebelumnya, pada bulan November kemarin, Plt Deputi Bidang Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu sempat menyampaikan soal adanya perbedaan harga dari pengadaan lahan untuk proyek Whoosh. Dia mengumpamakan, harga lahan yang wajarnya dijual 10 menjadi 100, sehingga menjadi ada ketidakwajaran harga yang harus dibayarkan. Sehingga negara menderita kerugian.
"Nah ini negara kan rugi. Yang harusnya negara membeli tanah itu dengan harga 10, kemudian harus membeli dengan harga 100. Ini di proses pengadaan lahannya. Ini tidak dalam proyeknya karena itu kan dibagi beberapa segmen, ini segmen di pengadaan pembebasan lahan. Terkait yang pembebasan lahan yang mana? Apakah di Halim atau di Bandung atau di Tegalluar? nanti kita sama-sama tunggu," kata Asep kepada awak media di Jakarta, Senin (10/11/2025).
Namun belum ada kelanjutan tanah yang mana dan berapa sebenarnya detil harga tersebut.
"Apakah yang di Halim atau di mana? apa di Bandung? atau di antara sepanjang itu? itu yang sedang kita tangani," tutup Asep.