Seorang penumpang wanita nekat menahan pintu otomatis kereta cepat Whoosh rute Padalarang-Halim saat berada di Stasiun Padalarang pada Selasa (7/4) lalu. Tindakan tersebut menyebabkan perjalanan kereta mengalami keterlambatan.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa insiden itu berdampak langsung pada jadwal keberangkatan kereta.
"Kejadian tersebut memicu keterlambatan perjalanan Whoosh, jadwal pemberangkatan yang seharusnya pada pukul 07.23 WIB baru dapat dilakukan pada pukul 07.25 WIB," kata Eva saat dikonfirmasi pada Jumat (10/4).
Advertisement
KCIC Kecam Tindakan Penumpang
KCIC mengecam tindakan penumpang yang menahan pintu otomatis kereta. Perbuatan tersebut dinilai tidak hanya berpotensi merusak fasilitas, tetapi juga merugikan penumpang lain karena mengganggu jadwal operasional perjalanan.
Sebagai tindak lanjut, KCIC menyatakan petugas di area peron maupun di dalam kereta akan meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang.
Selain itu, penumpang yang melakukan tindakan tersebut telah diberikan teguran agar tidak mengulangi perbuatannya.
"KCIC berharap seluruh penumpang dapat mengikuti aturan dan arahan petugas serta tidak melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, mengganggu operasional, maupun merusak sarana Whoosh," ucap dia.
Advertisement
Barang Tertinggal Bisa Ditangani Petugas
KCIC juga mengingatkan bahwa apabila ada barang yang tertinggal, penumpang sebaiknya segera berkoordinasi dengan petugas di dalam kereta atau di stasiun agar dapat ditangani melalui sistem Lost and Found yang telah disediakan.
Dengan adanya layanan tersebut, penumpang tidak perlu mengambil tindakan sendiri yang berisiko mengganggu perjalanan kereta.
Advertisement
Dipicu Barang Tertinggal di Peron
Sementara itu, Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, mengungkapkan bahwa aksi penumpang wanita tersebut dipicu karena barang miliknya tertinggal di area peron.
"Penumpang mencoba menahan pintu yang sudah mulai tertutup karena barang miliknya tertinggal di peron," kata dia.