Kisah Haru Siswi SMP: 'Prabowo Bawa Hidupku dari Gelap ke Terang' Berkat Program Sekolah Rakyat
Seorang siswi SMP di Kupang, Sofia Rorista Angel, mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Sekolah Rakyat yang mengubah hidupnya dari keterbatasan.
Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Efata Kupang, Sofia Rorista Angel, baru-baru ini menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto. Ungkapan tersebut disampaikannya dalam sebuah tayangan video yang turut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo di Jakarta. Sofia menyebut bahwa kehadiran Presiden Prabowo dalam hidupnya bagaikan sosok "bapak angkat" yang telah membawa perubahan signifikan.
Dalam video tersebut, Sofia mengungkapkan bagaimana program yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo telah mengangkatnya dari kondisi "gelap" dan penuh keterbatasan. Ia merasa kini berada di tempat yang "terang" berkat kesempatan pendidikan yang diberikan. Momen haru ini terjadi saat acara pembekalan bagi guru-guru dan kepala sekolah Sekolah Rakyat di ibu kota.
Pesan tulus dari Sofia ini menyoroti dampak nyata dari program pendidikan yang digagas oleh Presiden Prabowo, khususnya bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Kisah Sofia menjadi bukti bagaimana akses pendidikan gratis dapat membuka pintu harapan dan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda di seluruh Indonesia.
Ungkapan Hati dan Mimpi Siswi Sekolah Rakyat
Sofia Rorista Angel, dengan suara penuh haru, menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo. "Terima kasih Bapak Presiden, sudah perhatikan kami anak-anak terpinggir dari Timur," ujarnya. Ia memahami kesibukan kepala negara namun tetap merasa diperhatikan, seolah Presiden Prabowo meluangkan waktu khusus untuk pendidikan mereka.
Ia melanjutkan, "Bagi saya, Bapak seperti orang tua yang sudah angkat saya dari tempat yang gelap dan taruh saya di tempat yang terang." Ungkapan ini menggambarkan betapa besar pengaruh program Sekolah Rakyat dalam mengubah perspektif dan kondisi hidupnya. Sofia memiliki mimpi besar setelah lulus dari Sekolah Rakyat.
Dalam tayangan video tersebut, Sofia juga menegaskan bahwa jika suatu saat nanti ia berhasil menggapai cita-citanya, nama Presiden Prabowo akan menjadi sosok pertama yang ia ingat. Hal ini karena Presiden Prabowo telah mendirikan Sekolah Rakyat dan memberikan kesempatan berharga bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera seperti dirinya untuk menempuh pendidikan yang layak. "Suatu saat nanti kalau beta sudah jadi orang sukses, semua itu karena uluran tangan Bapak beri kesempatan buat beta untuk bersekolah di Sekolah Rakyat," kata Sofia penuh keyakinan.
Doa tulus pun dipanjatkan oleh Sofia untuk Presiden Prabowo. "Doa beta semoga Tuhan jaga Bapak baik-baik, dari Kupang, Kota Karang, beta kirim peluk hangat (untuk) Bapak Presiden," tutupnya. Pesan yang menyentuh hati ini membuat Presiden Prabowo terlihat terharu dan bahkan menitikkan air mata saat menyaksikannya.
Program Sekolah Rakyat: Pilar Pendidikan Gratis
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu inisiatif prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang berfokus pada pendidikan. Sekolah ini menerapkan sistem asrama, dirancang khusus untuk memberikan pendidikan gratis dan fasilitas lengkap bagi peserta didik. Target utama program ini adalah anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera, memastikan mereka mendapatkan akses pendidikan berkualitas tanpa hambatan biaya.
Peluncuran perdana program Sekolah Rakyat ini dilakukan pada Juli 2025, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Sejak saat itu, program ini terus berkembang pesat. Seluruh fasilitas yang dibutuhkan untuk pendidikan dan kehidupan di asrama disediakan secara cuma-cuma, mulai dari buku, seragam, hingga kebutuhan sehari-hari, sehingga siswa dapat fokus sepenuhnya pada pembelajaran.
Hingga saat ini, sebanyak 100 Sekolah Rakyat telah berhasil berdiri dan beroperasi di berbagai wilayah. Presiden Prabowo dalam acara pembekalan guru mengumumkan rencana ekspansi yang signifikan. Pada September 2025, akan ada penambahan 65 sekolah baru, sehingga total Sekolah Rakyat yang beroperasi akan mencapai 165 unit.
Ambisi program ini tidak berhenti di situ. Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan total 200 Sekolah Rakyat dapat beroperasi di seluruh penjuru Indonesia. Pengembangan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang paling membutuhkan.
Sumber: AntaraNews