Kerangka Diduga Lansia Pensiunan PNS Korban Rampok Ditemukan, Jam Tangan dan Injil jadi Petunjuk
Kerangka diduga lansia korban perampokan itu ditemukan 300 meter dari jalan raya di daerah Tanjung Lago, Banyuasin, Sumatra Selatan.
Polisi menemukan kerangka manusia diduga perempuan lanjut usia, CT (80), yang menjadi korban perampokan dan penculikan. Tim Inafis dan DVI tengah mengidentifikasi termasuk mencocokkan barang-barang yang ditemukan.
Kerangka itu ditemukan di kawasan Tanjung Lago, Banyuasin, Sumatra Selatan. Lokasinya berjarak sekitar 300 meter dari jalan raya.
Dikabarkan, di lokasi ditemukan juga Injil dan jam tangan. Kedua barang itu diduga milik korban yang turut dibuang para pelaku.
"Masih menunggu hasil identifikasi. Nanti tunggu rilis resmi dari Dirreskrimum, proses identifikasi masih berjalan," ungkap Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, Selasa (27/1).
Temuan-temuan yang ada menjadi bahan penyelidikan polisi. Sebelumnya penyidik juga mengamankan mobil Mitsubishi Mirage milik korban, ponsel, dan uang tunai sebesar Rp53 juta.
"Fokus kami saat ini adalah pengembangan perkara, kasus ini akan dibuka secara menyeluruh. Berbagai barang bukti sudah kami dapatkan dari para tersangka," kata Nandang.
Diketahui, CT menjadi korban penculikan dan perampokan. Tiga pelaku ditangkap namun keberadaan korban diketahui.
Semula Korban Pamit Berobat
Awalnya pensiunan PNS pamit ke keluarga untuk berobat ke RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Rabu (14/1). Pengusaha kontrakan itu menggunakan mobil Mitsubishi Mirage. Namun sore harinya korban tak kunjung pulang. Ditunggu sampai malam juga tak ada kabar sehingga keluarga melapor ke polisi keesokan harinya.
Terekam CCTV
Laporan disertai dengan rekaman CCTV dengan gambar seseorang membawa mobil keluar dari rumahnya di Kemuning Palembang. Keterangan juga didapat dari penghuni kos bahwa terduga pelaku datang ke rumah korban.
Keluarga mencurigai pelaku adalah tetangganya sendiri. Sebab sejak kejadian dia hilang kontak dan nomor teleponnya tak aktif. Dari penyelidikan, polisi mengungkap kasus ini. Petugas menangkap, YG (61), otak penculikan dalam pelariannya di Jawa Timur.
Kemudian polisi menangkap dua pelaku lain yang terlibat di lokasi berbeda. Yakni JI (46) yang berperan menyimpan HP dan mobil korban, serta S (57) yang membantu menjualkan hasil rampokan.