Viral 2 Bocah Santai Hirup Aibon di Jembatan Ampera, Ini Respons Wali Kota Palembang dan Polisi
Aksi mereka viral di media sosial dan langsung mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Palembang serta pihak kepolisian.
Dua bocah kedapatan santai menghirup lem aibon di tengah keramaian kawasan Jembatan Ampera, Palembang. Aksi mereka viral di media sosial dan langsung mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Palembang serta pihak kepolisian.
Peristiwa itu terungkap saat seorang konten kreator asal Lampung membuat video di sekitar Jembatan Ampera. Dalam rekaman tersebut, ia mendapati dua anak jalanan sedang menghirup lem aibon secara terang-terangan.
Konten kreator itu sempat menegur keduanya dan berbincang mengenai kehidupan mereka sehari-hari. Dari percakapan tersebut diketahui kedua bocah itu kurang mendapat perhatian keluarga. Ayah mereka telah meninggal dunia, sementara sang ibu bekerja mencari barang rongsokan demi memenuhi kebutuhan hidup.
"Saya mampir ke Palembang nemuin anak dua ini lagi ngaibon. Jadi tolong diamanin nih. Ini dua orang ada di sekitar Ampera ini ya. Jadi tolong dinas sosial, ini ada penerus bangsa, kalau masih bisa diselamatkan ya. Mereka begini karena kedua orangtuanya sudah meninggal, jadi tolong kepeduliannya," ungkap konten kreator dalam unggahan di akun Instragram miliknya @abangtaun seperti dilihat merdeka.com, Jumat (29/5).
Pemkot Lakukan Pembinaan
Video tersebut memicu perhatian luas masyarakat karena dinilai membahayakan keselamatan anak sekaligus mengganggu ketertiban di kawasan wisata ikonik Kota Palembang.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan pihaknya telah menginstruksikan dinas terkait untuk menangani aktivitas anak jalanan tersebut. Pemerintah juga telah menemukan tempat tinggal kedua bocah itu untuk selanjutnya dilakukan pembinaan oleh Dinas Sosial.
"Sedang dilakukan pembinaan agar tidak mengulanginya lagi, perkembangan mereka terus kita pantau," kata Ratu Dewa.
Polisi Sisir Kawasan Ampera
Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan mengatakan pihaknya langsung melakukan penyisiran di kawasan Pasar 16 Ilir dan bawah Jembatan Ampera setelah video tersebut viral. Dalam razia itu, petugas mengamankan sejumlah anak di bawah umur untuk dilakukan pendataan, pemeriksaan awal, serta pembinaan secara persuasif.
"Sudah kita sisir di lokasi dan benar menemukan anak-anak dengan aktivitas mencurigakan," kata Sonny.
Menurut Sonny, penanganan dilakukan dengan pendekatan perlindungan dan pembinaan, bukan semata penindakan hukum. Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan pihak keluarga agar proses penanganan sesuai prosedur perlindungan anak.
Pengawasan akan Ditingkatkan
Sonny menegaskan, penanganan dini terhadap kenakalan remaja jalanan penting dilakukan untuk mencegah potensi tindak kriminalitas, penyalahgunaan zat adiktif, eksploitasi anak, hingga gangguan keamanan di kawasan wisata dan pusat ekonomi masyarakat.
Ia menilai sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, keluarga, dan masyarakat menjadi kunci untuk melindungi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan sosial.
"Kami pastikan patroli dan pengawasan di sejumlah titik rawan akan terus ditingkatkan guna menjaga keamanan masyarakat serta menciptakan ruang sosial yang aman dan sehat bagi generasi muda," pungkas Sonny.