Polres Bangka Barat Tingkatkan Peran Orang Tua Cegah Narkoba di Kalangan Remaja

Polres Bangka Barat mengajak seluruh orang tua untuk meningkatkan peran aktif dalam mencegah narkoba di kalangan generasi muda menyusul penangkapan remaja terkait kasus sabu.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polres Bangka Barat Tingkatkan Peran Orang Tua Cegah Narkoba di Kalangan Remaja
Polres Bangka Barat gencar mengingatkan pentingnya peran orang tua cegah narkoba di tengah maraknya kasus penyalahgunaan zat adiktif yang menyasar generasi muda, menyusul penangkapan dua remaja. (AntaraNews)

Kepolisian Resor Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung, baru-baru ini mengintensifkan imbauan kepada masyarakat. Fokus utama adalah peningkatan peran orang tua dalam mengawasi aktivitas serta pergaulan anak-anak mereka. Langkah ini bertujuan krusial untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang merusak masa depan.

Imbauan penting ini disampaikan langsung oleh Kapolres AKBP Pradana Aditya Nugraha di Mentok, pada Senin (12/1/2026). Pernyataan tersebut menyusul penangkapan dua remaja oleh Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Barat. Kedua penangkapan terjadi di lokasi berbeda di Mentok pada hari yang sama, menambah urgensi pesan ini.

Kasus-kasus ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak, terutama para orang tua di Bangka Barat. Pengawasan terhadap anak harus diperketat, baik saat mereka berada di luar rumah maupun dalam pergaulan sehari-hari. Hal ini penting agar anak-anak tidak menjadi korban atau bahkan pelaku penyalahgunaan narkotika.

Detail Penangkapan dan Barang Bukti Narkoba

Kapolres Pradana menjelaskan, penangkapan bermula saat anggota Sat Resnarkoba melakukan patroli rutin. Petugas berhasil mengamankan dua remaja di pinggir jalan Lapangan Bola Bina Jaya, Kecamatan Mentok, sekitar pukul 04.40 WIB. Dari hasil penggeledahan awal, ditemukan 10 paket narkotika jenis sabu dari tangan mereka.

Pengembangan kasus kemudian dilakukan dengan penggeledahan di sebuah rumah kontrakan di Mentok, yang menjadi lokasi kejadian perkara kedua. Sekitar pukul 05.30 WIB, polisi kembali menemukan 22 paket narkotika jenis sabu. Dengan demikian, total barang bukti yang berhasil diamankan mencapai 32 paket sabu.

Total berat bruto dari 32 paket sabu yang disita tersebut adalah 6,99 gram. Keterlibatan anak di bawah umur dalam kasus narkoba ini menjadi indikasi kuat bahwa peredaran narkotika telah menyasar kalangan remaja. Hal ini menegaskan betapa pentingnya peran orang tua cegah narkoba.

Sebelumnya, pada hari yang sama, polisi juga berhasil menangkap tiga terduga pengedar sabu di kawasan Pelabuhan Ikan Mentok. Salah satu dari tiga pelaku yang diamankan tersebut juga masih berusia anak-anak.

Urgensi Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba

Menurut Pradana, penanganan kasus narkoba yang melibatkan remaja bukan hanya tanggung jawab Kepolisian semata. Peran keluarga sangat menentukan keberhasilan upaya pencegahan. Orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk mengetahui keberadaan anak, dengan siapa mereka bergaul, serta aktivitas yang dilakukan.

Kapolres mengajak seluruh keluarga di Bangka Barat untuk melakukan gerakan nyata secara bersama-sama. Gerakan ini dimulai dari lingkungan rumah masing-masing, sebagai benteng pertama perlindungan anak. Kesadaran akan peran orang tua cegah narkoba sangatlah krusial.

Sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, identitas lengkap dan alamat para remaja yang diamankan tidak dipublikasikan. Saat ini, kedua terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Bangka Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Ajakan Kolaborasi Masyarakat dalam Pemberantasan Narkoba

Selain fokus pada peran orang tua cegah narkoba, Polres Bangka Barat juga secara aktif mengajak seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi ini penting untuk bersama-sama melakukan pengawasan lingkungan sekitar. Kewaspadaan kolektif dapat membantu mengidentifikasi potensi peredaran narkotika.

Masyarakat diimbau untuk tidak ragu segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkotika. Laporan dari masyarakat sangat berharga dalam upaya pemberantasan jaringan narkoba. Informasi sekecil apapun dapat menjadi kunci.

Dengan sinergi antara kepolisian, keluarga, dan masyarakat, diharapkan peredaran narkoba, khususnya yang menyasar generasi muda, dapat diminimalisir. Upaya preventif dan represif harus berjalan seiring untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari ancaman narkotika.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi