Kepadatan Jalur Nagreg Terus Berlanjut, Arus Mudik dan Wisata Bercampur Jelang Lebaran 2026
Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, masih alami kepadatan kendaraan pada Minggu malam. Fenomena kepadatan Jalur Nagreg ini dipicu percampuran arus mudik lokal dan wisata, serta awal arus balik Lebaran 2026.
Jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, masih dipadati kendaraan pada Minggu (22/3) pukul 19.00 WIB. Kepadatan ini terjadi di ruas jalan yang menghubungkan Bandung dengan Garut dan Tasikmalaya. Antrean kendaraan terpantau mengular di beberapa titik krusial.
Kepadatan lalu lintas terlihat mulai dari awal turunan curam Cikaledong, tepatnya setelah perlintasan kereta api sebidang. Antrean panjang juga merambah hingga ke Cagak Nagreg, baik yang mengarah ke Garut maupun Tasikmalaya. Bahkan, di Pospam Cikaledong, kendaraan menuju Tasikmalaya via Limbangan masih tertahan.
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menjelaskan kepadatan ini merupakan percampuran arus. Arus mudik lokal dan arus wisata menjadi pemicu utama kemacetan. Selain itu, sebagian kendaraan juga merupakan awal dari arus balik Lebaran 2026.
Lonjakan Kendaraan di Jalur Nagreg
Data terbaru dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung menunjukkan peningkatan signifikan jumlah kendaraan. Hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 107.454 kendaraan melintasi Jalur Nagreg menuju Garut atau Tasikmalaya. Sementara itu, dari arah sebaliknya, tercatat 80.192 kendaraan berbagai jenis melintasi Nagreg menuju Bandung.
Eric Alam Prabowo menyatakan kepadatan mulai terjadi sejak petang, mengindikasikan aktivitas mudik masih berlangsung. Kepadatan ini diperparah oleh hambatan utama di daerah Limbangan untuk arah Tasikmalaya dan Kadungora untuk arah Kota Garut. Percampuran arus mudik lokal dan wisata menjadi faktor dominan penyebab kemacetan.
Menurut Eric, faktor lain yang turut memicu kepadatan Jalur Nagreg adalah dimulainya arus balik. Kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya mulai bergerak menuju Bandung. Jumlah kendaraan yang melintas mencapai sekitar 80 ribu hingga pukul 18.00 WIB, berkontribusi pada penumpukan lalu lintas.
Antisipasi Puncak Arus dan Imbauan Keselamatan
Meskipun terjadi kepadatan, Eric belum dapat memastikan apakah jumlah kendaraan pada Minggu ini akan melampaui puncak arus mudik H-2 Lebaran 2026. Pada puncak arus mudik tersebut, tercatat 150.716 kendaraan melintasi Nagreg selama 24 jam. Pihak Dishub Kabupaten Bandung masih terus memantau kondisi lalu lintas secara berkala.
Dishub Kabupaten Bandung mengimbau seluruh pelaku perjalanan, baik pemudik maupun arus balik, untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini penting mengingat seringnya terjadi cuaca ekstrem di daerah tersebut. Jalur Nagreg memiliki kontur jalan berbukit dengan tanjakan dan turunan curam, yang semakin berbahaya saat cuaca ekstrem.
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung menyarankan masyarakat tidak menggunakan kendaraan roda dua untuk mudik atau balik. Alternatifnya adalah memanfaatkan program mudik gratis atau kendaraan umum. Jika terpaksa menggunakan sepeda motor, hindari bonceng tiga atau lebih serta penambahan bagasi berlebihan karena sangat berbahaya.
Pengendara sepeda motor juga diimbau untuk tidak mudik pada malam hari saat melewati Jalur Nagreg. Kontur jalan yang berkelok dan berbukit dari kawasan tersebut hingga perbatasan Jawa Tengah sangat membahayakan dalam kondisi gelap. Keselamatan perjalanan harus menjadi prioritas utama bagi setiap pengendara.
Persiapan Penting untuk Perjalanan Aman
Bagi pemudik dengan kendaraan pribadi, persiapan maksimal sebelum perjalanan sangat ditekankan. Pemeriksaan menyeluruh pada kendaraan meliputi mesin, kaki-kaki, ban, lampu, hingga sistem pengereman. Semua komponen ini sangat vital untuk menjamin keselamatan selama perjalanan panjang.
Selain aspek kendaraan, Eric Alam Prabowo juga menekankan pentingnya kesiapan fisik bagi masyarakat yang akan melakukan aktivitas mudik dan balik Lebaran 2026. Pengendara tidak boleh memaksakan diri jika merasa lelah. Segera beristirahat di tempat yang aman jika kondisi fisik mulai menurun.
Sepanjang Jalur Nagreg, tersedia banyak lokasi posko bersama yang dapat dimanfaatkan pemudik sebagai tempat istirahat. Posko-posko ini bertujuan memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan. Memanfaatkan fasilitas istirahat dapat mencegah risiko kecelakaan akibat kelelahan.
Sumber: AntaraNews