Dishub Prediksi Puncak Arus Balik Nagreg Capai Lebih dari 120 Ribu Kendaraan pada H+7 Lebaran
Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung memprediksi puncak arus balik Nagreg akan terjadi pada H+7 Lebaran dengan lebih dari 120.000 kendaraan, akibat kombinasi pemudik dan wisatawan yang masih berlangsung.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, memprediksi akan terjadi lonjakan signifikan pada puncak arus balik Lebaran di jalur Nagreg. Puncak arus balik ini diperkirakan akan terjadi pada H+7 Lebaran, dengan jumlah kendaraan yang melintas menuju arah Bandung mencapai lebih dari 120.000 unit.
Kepala Dishub Kabupaten Bandung, Eric A Prabowo, menjelaskan bahwa lonjakan volume kendaraan ini disebabkan oleh percampuran antara pemudik yang kembali dan wisatawan yang masih menikmati masa libur. Prediksi ini menjadi perhatian utama bagi pihak berwenang untuk memastikan kelancaran lalu lintas.
Situasi ini menuntut kesiapan maksimal dari tim gabungan untuk mengantisipasi kepadatan yang mungkin terjadi. Berbagai langkah rekayasa lalu lintas dan koordinasi telah disiapkan demi mengurai potensi kemacetan di jalur krusial tersebut.
Prediksi Lonjakan Kendaraan dan Faktor Pemicu
Eric A Prabowo menyatakan bahwa prediksi puncak arus balik kedua di Nagreg pada H+7 Lebaran akan melibatkan lebih dari 120.000 kendaraan per hari. Angka ini merupakan gabungan dari kendaraan pemudik yang kembali ke daerah asal serta kendaraan wisatawan yang masih beraktivitas.
Data sebelumnya menunjukkan bahwa sejak H+1 hingga H+5, arus balik tetap stabil di atas 100.000 kendaraan per hari. Puncak tertinggi tercatat pada H+3 dengan volume mencapai 149.030 kendaraan, menunjukkan pola pergerakan yang padat.
Pada H+4, volume kendaraan yang tercatat menuju Bandung sekitar 123.000 unit. Sementara itu, hingga pukul 18.00 WIB di H+6, sudah ada sekitar 70.842 kendaraan yang melintas, menandakan bahwa arus balik Nagreg masih terus berlangsung.
Strategi Antisipasi dan Rekayasa Lalu Lintas
Untuk menghadapi potensi lonjakan kendaraan di puncak arus balik Nagreg, pihak gabungan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Rekayasa lalu lintas menjadi salah satu strategi utama untuk mengurai kepadatan yang diperkirakan terjadi.
Dishub Kabupaten Bandung juga berkoordinasi erat dengan kepolisian dan pengelola daerah tujuan wisata. Koordinasi ini bertujuan untuk mengatur pergerakan kendaraan dan memberikan informasi terkini kepada pengguna jalan.
Eric A Prabowo menambahkan, penerapan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara fleksibel dan situasional, disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pembukaan jalur alternatif seperti Cikaledong dan Ciburial akan menjadi opsi jika terjadi kepadatan signifikan.
Data Kumulatif dan Imbauan untuk Pemudik
Secara kumulatif, Dishub Bandung mencatat pergerakan kendaraan yang signifikan sejak H-7 hingga H+5 Lebaran. Sekitar 1,16 juta kendaraan bergerak dari Bandung menuju Garut, sedangkan yang kembali ke Bandung baru mencapai sekitar 1,01 juta kendaraan.
Aktivitas wisata juga masih terpantau cukup tinggi, terutama dari arah Garut dan Pangandaran. Kondisi ini turut berkontribusi pada peningkatan volume kendaraan dan diperkirakan akan berlanjut hingga akhir pekan, menambah potensi kepadatan di jalur Nagreg.
Masyarakat diimbau untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum melakukan perjalanan. Selain itu, menjaga kondisi fisik pengemudi dan mengatur waktu keberangkatan sangat penting untuk menghindari kepadatan pada jam-jam puncak.
Sumber: AntaraNews