Dishub Catat Lebih dari 200 Ribu Kendaraan Arus Balik Lebaran Nagreg Belum Melintas
Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mencatat lebih dari 200 ribu kendaraan arus balik Lebaran Nagreg masih belum kembali, mengindikasikan kepadatan lalu lintas akan berlanjut hingga H+7.
Lebih dari 200 ribu kendaraan arus balik Lebaran 2026 diperkirakan belum melintas di jalur Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Hal ini disampaikan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung.
Koordinator Humas Pos Pengamanan Lebaran Dishub Kabupaten Bandung, Ruddy Heryadi, menyatakan bahwa sisa kendaraan ini akan kembali dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan tersebut dikeluarkan pada Rabu, 25 Maret 2026, atau H+3 Lebaran.
Jalur Nagreg menjadi fokus utama pemantauan oleh Dishub. Kondisi ini menunjukkan bahwa puncak arus balik mungkin telah terlewati, namun kepadatan lalu lintas masih akan terasa.
Proyeksi Kepadatan Arus Balik Lebaran Nagreg
Dishub Kabupaten Bandung memproyeksikan arus balik Lebaran 2026 masih akan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Sekitar 220 ribu kendaraan diperkirakan belum kembali melintasi jalur Nagreg menuju Bandung. Pergerakan kendaraan ini kemungkinan akan terbagi antara H+4 hingga H+6 Lebaran, meskipun jumlahnya diprediksi tidak akan melebihi puncak arus balik yang terjadi pada H+3.
Ruddy Heryadi menjelaskan bahwa selisih kumulatif antara total arus mudik dan arus balik mencapai lebih dari 200 ribu kendaraan. Pihaknya memperkirakan kendaraan tersebut akan kembali secara bertahap. Kepadatan lalu lintas diharapkan dapat terurai hingga H+7 Lebaran.
Data Pergerakan Kendaraan di Jalur Nagreg
Data Dishub menunjukkan total kumulatif arus mudik dari H-7 hingga H-0 Lebaran mencapai 764.959 kendaraan. Puncak arus mudik tertinggi tercatat pada H-2 Lebaran, dengan 150.716 kendaraan melintas. Angka ini menjadi acuan penting dalam memprediksi volume kendaraan yang akan kembali.
Sementara itu, arus balik menuju Bandung mulai menunjukkan peningkatan signifikan pasca-Lebaran. Total kumulatif arus balik dari H+1 hingga H+4 pukul 18.00 WIB mencapai 492.900 kendaraan. Puncak arus balik terjadi pada H+3, dengan 149.030 kendaraan melintas di jalur Nagreg.
Hingga pukul 18.00 WIB pada hari yang sama, sebanyak 92.177 kendaraan telah melintas menuju Bandung. Di sisi lain, 48.856 kendaraan tercatat bergerak menuju arah Tasikmalaya. Data ini menunjukkan distribusi pergerakan kendaraan di jalur vital tersebut.
Strategi Penguraian Kepadatan Arus Balik Lebaran Nagreg
Dishub Kabupaten Bandung bersama pihak kepolisian terus menerapkan berbagai rekayasa lalu lintas situasional. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus balik Lebaran. Rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan buka tutup jalur menjadi opsi utama.
Selain itu, optimalisasi lajur juga dilakukan untuk menambah kapasitas jalan menuju Bandung. Upaya ini diharapkan dapat memperlancar pergerakan kendaraan. Tujuannya adalah memastikan arus balik dapat tertangani dengan baik hingga H+7 Lebaran.
Dengan berbagai strategi yang diterapkan, Dishub optimistis mampu mengelola arus balik Lebaran secara lancar. Meskipun volume kendaraan masih tergolong tinggi, koordinasi dan implementasi rekayasa lalu lintas diharapkan efektif.
Sumber: AntaraNews