Puncak Arus Mudik Nagreg Terlewati, Dishub Bandung Catat Penurunan Kendaraan
Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung mengonfirmasi puncak arus mudik Nagreg telah terlewati, dengan jumlah kendaraan yang melintas mulai menurun pada H-1 Lebaran, setelah mencatat peningkatan signifikan pada H-2.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung melaporkan bahwa puncak arus mudik di jalur Nagreg, Jawa Barat, telah terlewati. Hal ini dikonfirmasi setelah jumlah kendaraan yang melintas mulai menunjukkan penurunan signifikan pada hari H-1 Lebaran.
Kepala Humas Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, menyatakan bahwa lalu lintas pada dini hari H-1 lebih lancar dibandingkan hari sebelumnya. Tercatat sekitar 24.285 kendaraan melintas hingga pukul 08.00 WIB pada Jumat ini.
Penurunan ini menandakan bahwa malam sebelumnya, H-2 Lebaran, menjadi puncak arus mudik. Pihak Dishub tetap bersiaga penuh mengamankan lalu lintas meskipun volume kendaraan mulai melandai.
Penurunan Arus Kendaraan Pasca Puncak Mudik
Eric Alam Prabowo menjelaskan bahwa frekuensi kendaraan yang melintas di jalur Nagreg berangsur menurun setelah malam puncak arus mudik. Data menunjukkan penurunan signifikan pada H-1 Lebaran.
Hingga pukul 08.00 WIB pada H-1, jumlah kendaraan yang melintas tercatat sebanyak 24.285 unit. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan hari-hari sebelumnya yang menunjukkan peningkatan drastis.
Penurunan volume kendaraan ini memberikan indikasi positif terhadap kelancaran arus lalu lintas. Meskipun demikian, petugas gabungan tetap disiagakan di titik rawan kemacetan dan kecelakaan.
Lonjakan Volume Kendaraan di H-2 Lebaran
Sebelum penurunan pada H-1, jalur Nagreg mengalami lonjakan volume kendaraan yang signifikan pada H-2 Lebaran. Tercatat 150.716 unit kendaraan melintas hingga pukul 23.59 WIB.
Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 5 persen dari hari sebelumnya yang mencatat 137.032 unit kendaraan. Volume ini bahkan melebihi puncak arus mudik H-2 Lebaran tahun 2025 yang hanya 142.620 kendaraan.
Tren peningkatan volume kendaraan menuju Garut dan Tasikmalaya melalui jalur Nagreg telah terlihat sejak H-7 Lebaran. Pada H-7 tercatat 39.011 kendaraan, terus meningkat hingga mencapai puncaknya pada H-2.
Total kendaraan yang melintasi jalur Nagreg menuju Garut dan Tasikmalaya dari H-7 hingga H-1 Lebaran 2026 mencapai 574.575 unit. Data ini mencerminkan tingginya mobilitas pemudik tahun ini.
Kesiapan Petugas dan Kondisi Lalu Lintas Terkini
Meskipun arus kendaraan mulai melandai, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung bersama petugas gabungan tetap bersiaga penuh. Mereka mengamankan arus mudik Lebaran 2026.
Penempatan pasukan dilakukan di berbagai titik rawan kemacetan dan potensi kecelakaan. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan para pemudik.
Berdasarkan pantauan ANTARA, arus lalu lintas di jalur selatan sekitar Cileunyi menuju Nagreg terpantau lengang pada pukul 11.00 WIB. Hanya terlihat beberapa kendaraan pemudik yang melintas.
Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pengaturan lalu lintas dan antisipasi puncak arus mudik telah berjalan efektif. Pemudik diharapkan tetap berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas.
Sumber: AntaraNews