Arus Mudik Lebaran Nagreg Diprediksi Meningkat Malam Ini, Petugas Ingatkan Waspada Jalur Licin
Petugas Operasi Ketupat Lodaya 2026 memprediksi peningkatan signifikan Arus Mudik Lebaran Nagreg pada H-3 Lebaran malam ini, pengendara diimbau berhati-hati.
Arus lalu lintas pemudik di kawasan Nagreg, Bandung, Jawa Barat, pada H-3 Lebaran 2026 diprediksi mengalami peningkatan signifikan pada malam ini. Petugas Operasi Ketupat Lodaya 2026 telah bersiaga penuh untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan.
Kompol Rizal Adam Al Hasan, Kapospam Cikaledong Operasi Ketupat 2026 Jawa Barat, menyatakan bahwa volume kendaraan dari arah Bandung menuju timur masih terkendali. Namun, kondisi ini diperkirakan akan berubah menjadi lebih padat setelah waktu berbuka puasa.
Peningkatan ini didorong oleh puncak arus mudik yang semakin mendekat, dengan banyak pemudik memilih melakukan perjalanan malam hari. Petugas di lapangan terus melakukan pengaturan lalu lintas untuk memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan.
Prediksi Peningkatan Volume Kendaraan di Nagreg
Kompol Rizal Adam Al Hasan menjelaskan bahwa kondisi arus kendaraan lalu lintas pemudik dari arah Bandung yang melintas ke arah timur saat ini fluktuatif. Terkadang ramai dan padat, namun juga bisa landai pada waktu tertentu.
Meski demikian, pihaknya memperkirakan volume kendaraan akan meningkat drastis pada malam hari ini hingga dini hari. Kepadatan sempat terjadi pada siang hari, namun berangsur landai pada sore berkat penanganan petugas.
Data dari Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung memperkuat prediksi ini. Tercatat total 100.288 unit kendaraan melintas hingga pukul 19.00 WIB hari ini. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan hari sebelumnya dengan 98.925 kendaraan dalam waktu 24 jam.
Peningkatan Arus Mudik Lebaran Nagreg ini menunjukkan bahwa puncak pergerakan pemudik semakin mendekat. Petugas terus memantau dan menyiapkan strategi rekayasa lalu lintas jika diperlukan.
Kewaspadaan di Jalur Menurun Nagreg yang Rawan Licin
Selain prediksi peningkatan volume kendaraan, Kompol Rizal juga mengingatkan para pemudik mengenai potensi bahaya di jalur Nagreg. Terutama pada ruas jalan menurun yang rawan licin saat hujan.
Jalur dari Polsek Nagreg menuju pos Cikaledong memiliki kontur menurun cukup curam. Kondisi ini dapat mempengaruhi keselamatan pengguna jalan, terutama jika permukaan jalan basah.
Oleh karena itu, pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati dan selalu waspada selama perjalanan mudik. Baik pengendara kendaraan roda dua maupun roda empat harus memperhatikan kondisi jalan dan cuaca.
“Ya memang rawan licin, jadi untuk para pengguna jalan, baik itu kendaraan roda 2, roda 4, agar berhati-hati dalam perjalanan, mengingat dilihat arus cuaca juga hujan, kemudian jalanan juga turunan curam, jadi tetap waspada, keluarga menanti di rumah,” ujar Kompol Rizal.
Antrean Kendaraan Mulai Terlihat Setelah Berbuka Puasa
Pantauan ANTARA menunjukkan bahwa volume kendaraan mulai meningkat setelah waktu berbuka puasa. Terlihat antrean mulai bertambah di beberapa titik sepanjang jalur Nagreg menjelang sore.
Peningkatan ini terutama terjadi pada kendaraan yang bergerak dari arah Bandung menuju Garut dan Tasikmalaya. Hal ini sesuai dengan pola Arus Mudik Lebaran Nagreg yang seringkali terjadi pada malam hari.
Petugas terus berupaya mengurai kepadatan dan memastikan arus lalu lintas tetap bergerak. Koordinasi antar pos pengamanan juga ditingkatkan untuk penanganan yang lebih efektif.
Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi arahan petugas di lapangan dan mempersiapkan diri dengan baik sebelum melakukan perjalanan mudik.
Sumber: AntaraNews