Peningkatan Kinerja Angkutan Lebaran Jambi: Moda Laut Melonjak Signifikan
Kinerja moda angkutan di Provinsi Jambi menunjukkan peningkatan signifikan selama periode Lebaran 2026, dengan moda laut mencatat lonjakan tertinggi. Data ini memberikan gambaran komprehensif tentang mobilitas masyarakat di Jambi.
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi melaporkan adanya peningkatan kinerja yang signifikan pada tiga moda transportasi utama, yaitu darat, laut, dan udara, di Provinsi Jambi selama masa angkutan Lebaran 2026. Periode angkutan Lebaran ini berlangsung dari tanggal 13 hingga 29 Maret 2026, menunjukkan geliat mobilitas masyarakat yang tinggi.
Kepala BPTD Kelas II Jambi, Benny Nurdin Yusuf, menjelaskan bahwa data komprehensif ini dikumpulkan dari pos koordinasi Provinsi Jambi. Posko tersebut bertindak sebagai person in charge (PIC) internal dari Kementerian Perhubungan, memastikan akurasi dan validitas informasi yang dihimpun.
Peningkatan paling menonjol terlihat pada sektor angkutan laut, yang mencatat lonjakan luar biasa. Kenaikan ini mengindikasikan preferensi masyarakat terhadap moda transportasi tertentu selama periode mudik dan balik Lebaran di Jambi.
Angkutan Laut dan Darat Melonjak Drastis Selama Lebaran
Peningkatan mobilisasi pada moda angkutan laut di Jambi tercatat sangat menonjol, dengan jumlah unit kapal mencapai 157, atau mengalami kenaikan fantastis hingga 391 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penumpang yang tiba melalui transportasi laut juga melonjak 98 persen, mencapai 9.549 orang. Sementara itu, keberangkatan mencatat 162 unit kapal, naik 413 persen, dengan total 6.354 penumpang dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.
Sektor angkutan darat menggunakan bus juga menunjukkan tren positif. Selama periode 13 hingga 29 Maret 2026, empat terminal tipe A di Jambi mengalami kenaikan jumlah penumpang. Data menunjukkan, jumlah penumpang yang berangkat mencapai 14.169 orang, meningkat 28 persen dibandingkan tahun 2025. Penumpang yang datang juga naik 22 persen, dengan total 5.200 orang.
Puncak arus mudik di terminal terjadi pada H-6 Lebaran, tepatnya tanggal 15 Maret, dengan 1.377 penumpang. Sedangkan puncak arus balik terjadi pada H+7, tanggal 28 Maret, dengan 690 penumpang. Terminal Alam Barajo menjadi titik dengan aktivitas tertinggi, mengindikasikan perannya sebagai hub utama transportasi darat di wilayah tersebut.
Stabilitas Angkutan Udara dan Dominasi Kendaraan Pribadi
Berbeda dengan moda laut dan darat, angkutan udara di Jambi menunjukkan stabilitas kinerja. Tercatat 252 kedatangan pesawat dengan 36.484 penumpang, yang dikategorikan stabil. Untuk keberangkatan, terdapat 254 penerbangan, naik 3 persen, dengan 35.104 penumpang, atau meningkat 6 persen dibandingkan periode Lebaran 2025.
Meskipun terjadi peningkatan pada angkutan umum, pergerakan masyarakat secara umum masih didominasi oleh penggunaan kendaraan pribadi. Data traffic counting menunjukkan pergerakan sepeda motor mencapai 478.753 unit dan mobil pribadi sebanyak 510.898 unit. Fenomena ini turut dipengaruhi oleh beroperasinya Jalan Tol Pijoan–Tempino, yang mengubah pola perjalanan masyarakat dan aktivitas di terminal.
Keselamatan Perjalanan dan Sinergi Penyelenggaraan Mudik
Aspek keselamatan menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran. Data dari Jasa Raharja Wilayah Jambi mencatat adanya lima korban meninggal dunia dan 121 luka-luka selama masa angkutan Lebaran 2026. Angka ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bagi seluruh pengguna jalan.
Meskipun demikian, Benny Nurdin Yusuf menilai secara umum penyelenggaraan mudik tahun ini berjalan aman dan lancar. Keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi dan kerja sama yang baik antara seluruh pemangku kepentingan. Pihak-pihak terkait telah berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama periode mobilitas tinggi ini.
Sumber: AntaraNews