Kemendikdasmen: 19 Sekolah di Karangasem Tuntas Revitalisasi, Program Nasional Diperluas
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan 19 sekolah di Karangasem telah selesai direvitalisasi, menandai langkah awal perluasan program Revitalisasi Sekolah secara nasional.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan penyelesaian revitalisasi 19 sekolah dari berbagai jenjang di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Proyek ini mencakup pembangunan ruang kelas, laboratorium, fasilitas sanitasi, hingga ruang layanan pendidikan. Penyelesaian ini menandai komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam meningkatkan sarana prasarana pendidikan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menyatakan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah. Tujuannya adalah untuk secara signifikan meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Program ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan modern bagi para siswa.
Program revitalisasi di Karangasem untuk tahun 2025 dilaporkan telah berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu. Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, mengonfirmasi bahwa 19 satuan pendidikan telah menerima manfaat dari program tersebut.
Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi Lebih Banyak Sekolah
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq mengungkapkan bahwa Presiden telah mengalokasikan anggaran signifikan untuk tahun 2026. Anggaran ini bertujuan untuk menambah jumlah sekolah yang akan direvitalisasi secara nasional. Awalnya sekitar 11 ribu sekolah, kini targetnya diperluas menjadi sekitar 71 ribu sekolah secara keseluruhan.
Peningkatan alokasi ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam pemerataan akses dan kualitas pendidikan. Perluasan program revitalisasi sekolah ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia. Ini juga menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur pendidikan.
Program revitalisasi tahun 2026 akan memprioritaskan sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan perbaikan. Fokus utamanya adalah pada sekolah dengan kondisi rusak berat, sekolah terdampak bencana alam, serta sekolah yang berada di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Langkah ini memastikan bantuan tepat sasaran dan efektif.
Prioritas dan Manfaat Program Revitalisasi Pendidikan
Prioritas pada sekolah di daerah 3T dan yang rusak berat mencerminkan upaya pemerintah mengurangi kesenjangan pendidikan di seluruh negeri. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat menjangkau satuan pendidikan yang paling membutuhkan perhatian. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan semua siswa memiliki kesempatan belajar yang sama.
Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa seluruh kebijakan pendidikan pada dasarnya ditujukan untuk kepentingan peserta didik. Oleh karena itu, fasilitas yang telah dibangun melalui program revitalisasi ini harus dijaga dengan baik. Perawatan yang optimal akan memastikan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh generasi mendatang.
Di Karangasem, 19 satuan pendidikan telah merasakan langsung manfaat dari program revitalisasi ini. Pembangunan meliputi ruang kelas baru, laboratorium modern, fasilitas sanitasi yang layak, hingga ruang layanan pendidikan. Perbaikan ini secara langsung mendukung proses belajar mengajar dan meningkatkan kualitas lingkungan belajar.
Pentingnya Perawatan Fasilitas Pendidikan yang Direvitalisasi
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq secara khusus menyampaikan selamat kepada sekolah yang menerima revitalisasi. Ia juga menekankan pentingnya merawat dan menjaga fasilitas yang telah dibangun. Menurutnya, perawatan tidak kalah penting agar fasilitas ini terus bermanfaat secara berkelanjutan.
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, juga mengapresiasi program revitalisasi yang berjalan sukses di daerahnya. Ia memastikan bahwa program tahun 2025 telah selesai tepat waktu. Koordinasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci keberhasilan proyek ini.
Kolaborasi antara Kemendikdasmen dan pemerintah daerah seperti Karangasem sangat krusial. Ini memastikan bahwa program revitalisasi tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga berkelanjutan. Dengan demikian, investasi dalam pendidikan dapat memberikan dampak maksimal bagi masa depan bangsa.
Sumber: AntaraNews