Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) baru-baru ini meresmikan program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Sebanyak 38 sekolah di wilayah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, telah rampung direvitalisasi. Peresmian ini menandai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T).
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menyatakan bahwa pendidikan merupakan simbol kehadiran negara di perbatasan. Program ini merupakan bagian integral dari kebijakan nasional. Tujuannya adalah mempercepat rehabilitasi dan pembangunan sekolah.
Kebijakan ini bertujuan memastikan pemerataan akses serta mutu pendidikan. Hal ini berlaku hingga ke wilayah-wilayah 3T. Peresmian ini berlangsung pada Jumat, 13 Februari, di Jakarta.
Advertisement
Advertisement
Revitalisasi yang telah rampung 100 persen ini mencakup berbagai jenjang pendidikan. Tiga PAUD, 19 SD, 12 SMP, dan 4 SMA termasuk dalam program ini. Pekerjaan yang dilakukan sangat komprehensif.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan ruang kelas baru. Rehabilitasi ruang belajar juga menjadi fokus utama. Selain itu, penyediaan ruang UKS, ruang kepala sekolah, dan ruang guru turut diperhatikan.
Perbaikan toilet dan sanitasi sehat juga menjadi bagian penting dari **Revitalisasi Sekolah 3T** ini. Banyak sekolah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan ruang belajar. Kondisi bangunan yang kurang layak kini telah berubah.
Advertisement
Sekolah-sekolah tersebut kini berdiri dengan struktur yang lebih aman. Lingkungan belajar juga menjadi lebih sehat dan representatif. Ini memberikan dampak positif bagi proses belajar mengajar.
Advertisement
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menegaskan pentingnya wilayah perbatasan. “Bengkayang bukan halaman belakang Indonesia,” ujarnya. “Bengkayang adalah teras depan Indonesia.”
Oleh karena itu, wajah pendidikan di Bengkayang harus kuat dan aman. Pendidikan juga harus membanggakan bagi masyarakat. Sekolah yang layak menjadi fondasi utama.
Fondasi ini membangun kepercayaan diri anak-anak sebagai generasi bangsa. Bupati Bengkayang menyampaikan apresiasi tinggi. Dukungan pemerintah pusat dinilai menjawab kebutuhan riil daerah perbatasan.
Advertisement
“Revitalisasi ini bukan sekadar pembangunan fisik. Ini adalah investasi jangka panjang bagi generasi Bengkayang,” kata Bupati. “Dengan sekolah yang lebih aman, sehat, dan representatif, kami optimistis kualitas pendidikan di daerah perbatasan akan semakin meningkat.”
Advertisement
Secara nasional, program revitalisasi telah menyentuh lebih dari 16 ribu satuan pendidikan. Program ini akan terus diperluas. Ini merupakan bagian penting dari transformasi pendidikan dasar dan menengah.
Dengan sekolah yang lebih aman, sehat, dan representatif, pemerintah daerah optimistis. Kualitas pendidikan di daerah perbatasan akan semakin meningkat. Hal ini sejalan dengan visi pemerataan pendidikan.
Peningkatan kualitas pendidikan di wilayah 3T adalah prioritas. Investasi ini diharapkan menciptakan generasi penerus yang kompeten. Mereka akan mampu bersaing dan berkontribusi bagi bangsa.
Advertisement
Sumber: AntaraNews