Khofifah Tegaskan Revitalisasi Sekolah Jawa Timur Terus Berjalan, Fokus Peningkatan Kualitas Pendidikan 2026
Gubernur Khofifah memastikan program Revitalisasi Sekolah Jawa Timur untuk SMA, SMK, dan SLB berlanjut pada 2026, demi kualitas layanan pendidikan yang lebih baik dan fasilitas yang memadai.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya. Program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB dipastikan akan terus berjalan pada tahun 2026, menunjukkan keseriusan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam sektor ini.
Penegasan ini disampaikan usai peresmian proyek serupa yang telah rampung di Malang Raya, pada hari Jumat, 2 Januari 2026. Langkah strategis ini bertujuan agar semua sekolah di Jawa Timur memiliki kualitas layanan yang semakin baik dan fasilitas yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar.
Fokus utama revitalisasi mencakup penambahan ruang kelas, pemenuhan alat laboratorium yang modern, serta perbaikan fasilitas esensial seperti kamar mandi. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman bagi para peserta didik di seluruh jenjang.
Komitmen Berkelanjutan untuk Pendidikan Jawa Timur
Gubernur Khofifah menekankan pentingnya percepatan gerak pemerintah provinsi dalam mewujudkan fasilitas pendidikan yang standar. "Kami ingin memastikan bahwa pada awal tahun 2026 insya Allah Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap tancap gas dan gerak cepat semuanya," ujarnya. Ini dilakukan agar semua sekolah memiliki kualitas layanan yang semakin baik dan merata.
Sebagai contoh, revitalisasi dan renovasi telah rampung di 35 sekolah di Malang Raya, meliputi SMA, SMK, dan SLB. Proyek ini mayoritas berfokus pada penambahan jumlah kelas, pemenuhan alat laboratorium, serta perbaikan kamar mandi. Fasilitas yang memadai sangat krusial untuk menunjang proses belajar mengajar yang efektif dan inovatif.
Peningkatan kualitas ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para siswa dalam mengikuti kegiatan belajar. "Kami menginginkan semua sekolah memiliki fasilitas sesuai dengan standar pelayanan yang baik," tambah Khofifah. Komitmen ini menunjukkan prioritas pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan dan upaya berkelanjutan untuk mencetak generasi penerus yang unggul.
Skema Anggaran dan Prioritas Revitalisasi Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan skema penganggaran program revitalisasi dan rehabilitasi yang akan diterapkan. Pendanaan tahun ini tetap mengandalkan dana bantuan dari pemerintah pusat, dilengkapi dengan proporsi 20 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jawa Timur 2026. Meskipun terdapat aturan mengenai efisiensi anggaran secara umum, sektor pendidikan tetap menjadi perhatian utama dan prioritas dari pemerintah provinsi.
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur telah menerima ribuan proposal pengajuan bantuan program revitalisasi dan rehabilitasi. Proposal ini datang dari pihak sekolah, baik SMA, SMK, maupun SLB negeri dan swasta, sejak tahun 2025. Dokumen permohonan bantuan ini selanjutnya akan diserahkan kepada pemerintah pusat untuk ditinjau dan disetujui.
Kebutuhan yang diajukan sekolah beragam, mulai dari penambahan ruang kelas baru hingga perbaikan fisik bangunan yang sudah termakan usia. Tim khusus akan melakukan pengecekan untuk memverifikasi kebutuhan setiap sekolah secara langsung. "Tentu kami memprioritaskan yang sangat membutuhkan," tegas Aries, memastikan alokasi bantuan tepat sasaran dan berdampak signifikan.
Sumber: AntaraNews