Kasus Dugaan Keracunan MBG Terjadi di Yogyakarta
Dua sekolah ini mendapatkan pasokan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama yakni SPPG Wirobrajan.
Kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Kota Yogyakarta. Total ada hampir 500 siswa diduga keracunan berasal dari SMA Negeri 1 Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Dua sekolah ini mendapatkan pasokan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama yakni SPPG Wirobrajan.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo angkat bicara soal dugaan keracunan MBG ini. Hasto menyebut dirinya akan menghentikan operasional sementara SPPG Wirobrajan usai terjadinya dugaan keracunan makanan ini.
"Iya itu protapnya kan diberhentikan sampai (ada) hasil evaluasi. Sisa makanan kemarin yang diberikan sudah dikirim untuk diperiksa di lab," kata Hasto, Kamis (16/10).
Penghentian sementara SPPG Wirobrajan ini dilakukan dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan.
Meski demikian Hasto menjelaskan dirinya masih menunggu hasil lab terkait dugaan penyebab dugaan keracunan MBG itu.
"Kami berhentikan sampai hasil evaluasinya keluar. Kalau teorinya dua minggu paling cepat seminggu," tutup Hasto.
Sudah Dilakukan Pengecekan
Hasto menambahkan dirinya sudah melakukan pengecekan langsung ke SPPG Wirobrajan. Menurutnya, baik sarana dan prasarana di SPPG Wirobrajan sudah sesuai dengan standar yang ditentukan.
Berdasarkan hasil diskusi dengan pengelola SPPG Wirobrajan, menu yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah menu baru dengan bahan dasar ayam.
"Dari diskusi tadi, memang ada menu baru termasuk ayam kemarin itu (yang disajikan untuk siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta dan SMA Muhammadiyah 7 Yogyakarta) termasuk menu baru. Tapi kita tunggu hasil lab," terang Hasto.