Kapolresta Banyuwangi Dorong Komunitas Bangun Ruang Digital Sehat, Cegah Hoaks di Era Post-Truth
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra mendorong Komunitas Banyuwangi Positif untuk terus berkomitmen membangun ruang digital sehat, guna menangkal hoaks dan fenomena post-truth yang mengancam kondusivitas.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, secara aktif mendorong Komunitas Banyuwangi Positif untuk terus berkomitmen dalam membangun ruang digital yang sehat dan positif. Dorongan ini disampaikan dalam acara Media Gathering Banyuwangi Positive yang diselenggarakan di salah satu hotel di Banyuwangi, Jawa Timur, pada Sabtu (29/11) lalu, menegaskan pentingnya literasi digital di tengah masyarakat.
Inisiatif ini muncul sebagai respons terhadap fenomena pascakebenaran atau "post-truth" yang marak sejak 2016, di mana objektivitas informasi seringkali terabaikan. Fenomena ini berpotensi mengancam kondusivitas masyarakat karena opini publik dapat dibentuk tanpa didasari fakta yang akurat, menimbulkan perpecahan dan ketidakpercayaan.
Komunitas Banyuwangi Positif sendiri merupakan wadah kolaborasi yang melibatkan berbagai elemen penting. Mulai dari organisasi media seperti IJTI dan PWI, Banyuwangi Media Sosial Network, instansi pemerintahan, aparat TNI-Polri, hingga tokoh agama, tokoh kemahasiswaan, NGO, dan pengusaha lokal, semua bersatu untuk tujuan mulia ini.
Ancaman Fenomena Post-Truth dan Manipulasi Informasi di Era Digital
Kombes Pol Rama Samtama Putra menjelaskan bahwa era digital saat ini sering diwarnai oleh penyamaran dan manipulasi informasi yang terjadi di ruang digital. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi kondusivitas sosial, sebab objektivitas tidak lagi menjadi syarat utama dalam pembentukan opini publik, melainkan emosi dan keyakinan pribadi yang dominan.
Lebih lanjut, Kapolresta Banyuwangi menyoroti adanya kecenderungan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk memperbanyak konten secara masif. Tujuan dari penggunaan AI ini adalah untuk memengaruhi persepsi masyarakat, seringkali tanpa didukung oleh fakta yang valid, sehingga menciptakan narasi yang bias atau menyesatkan.
Situasi ini menggarisbawahi urgensi bagi seluruh pihak untuk lebih dewasa dalam bermedia serta kritis dalam menerima informasi. Keterlibatan aktif Komunitas Banyuwangi Positif diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menyaring dan menyajikan informasi yang benar, demi menjaga ekosistem digital sehat dan kepercayaan publik.
Fenomena ini menuntut kewaspadaan tinggi dari setiap individu agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang tidak bertanggung jawab. Membangun ruang digital sehat adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan informasi yang beredar dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Kolaborasi Lintas Elemen untuk Ekosistem Digital Sehat
Komunitas Banyuwangi Positif dibentuk sebagai platform kolaborasi yang inklusif, menyatukan berbagai pihak untuk tujuan yang sama, yakni menciptakan ruang digital sehat. Elemen-elemen yang terlibat mencakup organisasi jurnalis seperti IJTI dan PWI, komunitas digital Banyuwangi Media Sosial Network, serta perwakilan dari instansi pemerintah, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh kemahasiswaan, NGO, dan pengusaha.
Kapolresta Rama Samtama Putra menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan semacam ini, yang menunjukkan komitmen bersama dalam membangun media yang positif. Beliau menekankan bahwa kedewasaan dalam bermedia adalah kunci untuk menghadapi tantangan informasi di era modern, serta meningkatkan literasi digital masyarakat secara keseluruhan.
Pentingnya menjaga ekosistem informasi yang sehat tidak hanya berdampak pada kelancaran aktivitas sosial, tetapi juga pada pergerakan ekonomi di Banyuwangi. Konten negatif dan informasi tidak benar, atau hoaks, dapat menghambat kemajuan daerah, merusak reputasi, dan menciptakan iklim investasi yang tidak kondusif.
Oleh karena itu, Kombes Pol Rama berharap Komunitas Banyuwangi Positif akan terus berkomitmen untuk menghadirkan narasi positif. Kehadiran narasi yang konstruktif dan berbasis fakta sangat krusial untuk menangkal dampak buruk dari informasi yang menyesatkan, serta memperkuat persatuan dan kemajuan Banyuwangi di era digital.
Sumber: AntaraNews