Tahukah Anda? Pemprov Sulteng Perkuat Kolaborasi Tangkal Hoaks di Ruang Digital Demi Informasi Akurat
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memperkuat kolaborasi strategis untuk menangkal penyebaran hoaks di ruang digital. Upaya ini bertujuan menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab bagi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) secara serius memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam upaya menangkal penyebaran informasi bohong atau hoaks di ruang digital. Langkah ini diambil untuk menciptakan ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab di tengah masyarakat. Pentingnya sinergi ini ditekankan mengingat tantangan misinformasi yang semakin kompleks di era digital saat ini.
Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Kominfosantik) Sulteng, Wahyu Agus Pratama, menegaskan komitmen tersebut di Palu pada Minggu. Ia menyatakan bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan akurat. Sinergi ini juga melibatkan berbagai pihak untuk efektivitas penanganan hoaks.
Untuk mewujudkan tujuan ini, Pemprov Sulteng telah melaksanakan rapat koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) “Berani Sapu Bersih Hoaks”. Rapat ini bertujuan memperkuat koordinasi serta menyusun rencana kerja strategis dalam menghadapi dan menangkal berbagai bentuk hoaks yang beredar. Keberadaan Satgas ini merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga integritas informasi.
Strategi Kolaboratif untuk Ekosistem Informasi Sehat
Plt Kominfosantik Sulteng, Wahyu Agus Pratama, menjelaskan bahwa pentingnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi tantangan penyebaran hoaks di era digital. Keberadaan Satgas “Berani Sapu Bersih Hoaks” merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Tujuannya adalah untuk menjaga ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab bagi seluruh warga.
Wahyu menekankan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci utama dalam memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, akurat, dan bertanggung jawab. Satgas ini menjadi ujung tombak dalam menjaga ruang digital agar tetap bersih dari misinformasi yang merugikan. Ini adalah upaya proaktif pemerintah daerah.
Dinas Kominfosantik Sulteng siap memberikan dukungan teknis dan strategis bagi Satgas. Dukungan ini mencakup pelatihan literasi digital yang komprehensif untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. Selain itu, penguatan jejaring komunikasi publik dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam verifikasi informasi juga menjadi fokus utama.
Melalui kolaborasi yang erat ini, diharapkan Satgas “Berani Sapu Bersih Hoaks” dapat menjadi garda terdepan. Mereka berperan dalam menjaga ketertiban informasi, sekaligus mendorong terwujudnya masyarakat yang cerdas digital, tangguh terhadap misinformasi, dan bertanggung jawab dalam bermedia.
Peran Aktif Satgas dalam Edukasi dan Kampanye Anti-Hoaks
Ketua Satgas Berani Sapu Bersih Hoaks, Irfan Deny Pontoh, menggarisbawahi pentingnya kerja sama multi-pihak. Kerja sama antara pemerintah, lembaga penyiaran, aparat penegak hukum, dan komunitas digital merupakan faktor krusial. Ini penting dalam menangkal hoaks di tingkat daerah secara efektif dan menyeluruh.
Irfan menjelaskan bahwa Satgas akan menguatkan perannya dalam kegiatan edukasi publik dan kampanye literasi digital. Tujuannya adalah agar masyarakat semakin cerdas dan bijak dalam menerima serta menyebarkan informasi di media sosial. Peningkatan kesadaran digital menjadi prioritas utama.
"Sinergi dengan Kominfo Sulteng menjadi kunci agar gerakan melawan hoaks ini berjalan efektif dan berkelanjutan," ujar Irfan. Pihaknya juga tengah menyiapkan strategi kampanye anti-hoaks yang komprehensif di Sulawesi Tengah. Ini termasuk upaya memperluas partisipasi publik melalui kerja sama dengan lembaga penyiaran, aparat penegak hukum, dan komunitas digital lokal.
Strategi ini diharapkan dapat menciptakan gelombang kesadaran yang lebih luas di kalangan masyarakat. Dengan demikian, penyebaran hoaks dapat diminimalisir. Masyarakat dapat menjadi filter informasi yang lebih baik.
Sumber: AntaraNews