Kalbar Perkuat Sinergi Digital Cegah Perpecahan, Komitmen Jaga Kondusivitas
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat sinergi digital Kalbar antara pemerintah dan masyarakat guna mencegah potensi perpecahan di ruang digital, sekaligus mendorong penyebaran informasi positif.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menunjukkan komitmen kuat dalam mencegah perpecahan di ruang digital. Upaya ini dilakukan melalui penguatan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini bertujuan menjaga stabilitas daerah.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam sebuah silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan perwakilan paguyuban etnis. Acara penting ini berlangsung di Aula Graha Khatulistiwa, Polda Kalimantan Barat, pada Sabtu lalu. Tujuannya adalah membangun kesepahaman bersama.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago turut hadir dan menekankan urgensi penguasaan ruang digital. Ia mengingatkan bahwa ancaman terhadap persatuan bangsa seringkali muncul dari hoaks dan narasi negatif. Sinergi digital Kalbar menjadi kunci utama.
Fondasi Keamanan dan Pendekatan Dialog Pemerintah Daerah
Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyatakan bahwa keamanan adalah fondasi utama penggerak roda ekonomi. Tanpa stabilitas yang kuat, pembangunan daerah akan terhambat secara signifikan. Pemerintah daerah sangat menyadari hal ini.
Pemerintah daerah terus mengedepankan pendekatan dialog dan kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial. Ini termasuk isu-isu yang muncul akibat dinamika di ruang digital yang semakin kompleks. Dialog menjadi solusi utama.
Penyelesaian persoalan akan didorong melalui dialog bersama tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan ini menghindari ego sektoral dan mengutamakan kepentingan bersama. Ini adalah bagian dari sinergi digital Kalbar.
Upaya menjaga kondusivitas tidak hanya berfokus pada ruang fisik, tetapi juga di ruang digital. Ruang digital kini telah menjadi kanal utama penyebaran informasi. Oleh karena itu, perhatian terhadapnya sangat penting.
Ancaman Hoaks dan Pentingnya Literasi Digital
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengingatkan tentang ancaman terhadap persatuan bangsa. Ancaman ini banyak muncul dari penyebaran hoaks dan narasi negatif di ruang digital. Ruang digital menjadi medan pertempuran ideologi.
Djamari menegaskan bahwa siapa pun yang menguasai ruang digital akan memenangkan "pertempuran" informasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk aktif mengisi ruang digital. Hal ini dilakukan dengan konten positif.
Seluruh elemen masyarakat diajak untuk aktif mengisi ruang digital dengan informasi yang benar, faktual, dan edukatif. Tujuannya adalah menangkal hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Ini mendukung sinergi digital Kalbar.
Jika ruang digital dipenuhi dengan berita faktual, maka hoaks tidak akan mendapat tempat. Penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Hal ini untuk menjaga kondusivitas daerah.
Kalimantan Barat sebagai Contoh Harmoni Nasional
Djamari juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kondisi kerukunan di Kalimantan Barat. Provinsi ini dinilai mampu menjadi contoh nasional dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman etnis dan agama. Kerukunan ini patut dicontoh.
Menurutnya, penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas sektor sangat krusial. Ini adalah kunci untuk menjaga kondusivitas daerah secara berkelanjutan. Upaya ini juga mencegah potensi perpecahan di tengah masyarakat.
Dengan penguatan literasi digital dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat optimistis. Mereka yakin dapat menjaga kondusivitas daerah sekaligus mencegah potensi perpecahan di tengah masyarakat. Ini adalah wujud nyata sinergi digital Kalbar.
Sumber: AntaraNews