Kanim Tahuna Gelar Layanan Kesehatan Gratis Imigrasi di Miangas, Wujud Kehadiran Negara
Kantor Imigrasi Tahuna memberikan Layanan Kesehatan Gratis Imigrasi Tahuna di Pulau Miangas. Ini wujud komitmen pemerintah dalam penguatan pelayanan dasar bagi masyarakat perbatasan dan kehadiran negara.
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, baru-baru ini menyelenggarakan program layanan kesehatan gratis. Kegiatan ini ditujukan bagi warga Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, yang berbatasan langsung dengan Filipina. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan akses layanan dasar bagi masyarakat di wilayah terdepan Indonesia.
Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Kelas II TPI Tahuna, Ready Jootje Ratag, menegaskan bahwa layanan kesehatan gratis di Pos Lintas Batas (PLB) Miangas adalah manifestasi kehadiran negara. Program ini juga merupakan bagian dari agenda Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara. Pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan sinergi dan kepedulian terhadap masyarakat di daerah perbatasan.
Lebih lanjut, Ready Jootje Ratag menjelaskan bahwa program pengobatan gratis di wilayah perbatasan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Asta Cita menekankan penguatan pelayanan dasar serta kehadiran negara hingga wilayah terluar, terdepan, dan tertinggal (3T). Melalui program ini, Imigrasi berupaya mewujudkan kolaborasi lintas sektor untuk akses layanan kesehatan optimal.
Penguatan Pelayanan Dasar di Wilayah Perbatasan
Pemberian Layanan Kesehatan Gratis Imigrasi Tahuna di Pulau Miangas merupakan langkah konkret dalam memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat. Wilayah perbatasan seringkali menghadapi tantangan dalam aksesibilitas layanan publik, termasuk kesehatan. Oleh karena itu, kehadiran program semacam ini sangat vital untuk menunjang kesejahteraan warga.
Ready Jootje Ratag menyatakan bahwa kegiatan ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah. Ini menunjukkan bahwa negara hadir dan peduli terhadap kebutuhan dasar penduduk di daerah terpencil. Sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan dalam menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
Program ini juga selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan pemerataan pembangunan. Fokus pada wilayah 3T memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tertinggal dari jangkauan pelayanan pemerintah. Imigrasi mengambil peran aktif dalam mewujudkan visi tersebut melalui aksi nyata di lapangan.
Melalui 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Imigrasi berupaya mengimplementasikan kolaborasi lintas sektor. Tujuannya adalah memberikan akses layanan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat. Hal ini menunjukkan pendekatan holistik dalam pembangunan nasional.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Dampak Positif
Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung program pemerintah. Mereka berfokus pada penghadirkan pelayanan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Layanan Kesehatan Gratis Imigrasi Tahuna adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut.
Kegiatan layanan kesehatan gratis ini tidak hanya melibatkan petugas Imigrasi. Dharma Wanita Persatuan Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna juga turut serta dalam kegiatan tersebut. Mereka melaksanakan sosialisasi serta kegiatan silaturahim dengan masyarakat Pulau Miangas.
Keikutsertaan Dharma Wanita menjadi bagian penting dari upaya mempererat hubungan kekeluargaan. Ini juga bertujuan memperkuat kebersamaan antara jajaran Imigrasi dan masyarakat setempat. Interaksi langsung ini membangun kepercayaan dan menciptakan ikatan yang lebih kuat antara pemerintah dan rakyat.
Inisiatif seperti Layanan Kesehatan Gratis Imigrasi Tahuna memiliki dampak positif yang luas. Selain meningkatkan kesehatan masyarakat, program ini juga memperkuat rasa nasionalisme dan kebanggaan sebagai bagian dari Indonesia. Warga perbatasan merasa diperhatikan dan dihargai oleh negara.
Sumber: AntaraNews