Dinkes Palembang Siagakan Ambulans Lilo di CFD Ampera, Pastikan Layanan Kesehatan Cepat
Dinas Kesehatan Palembang menyiagakan Ambulans Lilo di kawasan CFD Ampera setiap Minggu pagi, memastikan layanan kesehatan cepat dan gratis bagi warga Palembang yang beraktivitas.
Dinas Kesehatan Kota Palembang (Dinkes Palembang) secara rutin menyiagakan tim pelayanan kesehatan di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (CFD) sekitar Jembatan Ampera. Layanan ini didukung oleh satu unit Ambulans Lilo, singkatan dari Ambulans mini lincah masuk lorong, setiap hari Minggu pagi. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan akses kesehatan yang cepat dan efektif bagi warga yang beraktivitas di area tersebut.
Kehadiran Ambulans Lilo di CFD Bundaran Air Mancur depan Masjid Agung Palembang menjadi solusi responsif untuk kebutuhan darurat medis. Tim medis lengkap siap memberikan pertolongan pertama dan pemeriksaan kesehatan gratis. Warga yang mengalami gangguan kesehatan saat berolahraga dapat segera mendapatkan penanganan.
Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Fenty Aprina, menjelaskan bahwa Ambulans Lilo sengaja dipilih karena bentuknya yang kecil dan lincah. Kendaraan ini mampu menjangkau lorong-lorong sempit dan pemukiman padat penduduk, memastikan tidak ada warga yang kesulitan mengakses layanan kesehatan.
Optimalisasi Layanan Kesehatan di Kawasan CFD
Dinkes Palembang mengoptimalkan pelayanan kesehatan di kawasan CFD Jembatan Ampera dengan menempatkan Ambulans Lilo. Keberadaan ambulans ini sangat krusial mengingat tingginya aktivitas warga setiap Minggu pagi. Tim medis yang bertugas dilengkapi dengan peralatan pertolongan hidup dasar untuk penanganan awal.
Ambulans Lilo dirancang khusus untuk mobilitas tinggi di area perkotaan yang padat. Kemampuannya masuk ke lorong-lorong sempit memastikan penanganan cepat bagi warga yang memerlukan. Layanan ini mencakup pemeriksaan kesehatan dan pengobatan langsung secara gratis.
Bagi kasus yang tergolong berat, tim medis Ambulans Lilo akan merujuk pasien ke rumah sakit terdekat. Pasien juga akan diantar menggunakan Ambulans Lilo, memastikan kelancaran proses rujukan. Ini menunjukkan komitmen Dinkes Palembang dalam memberikan pelayanan komprehensif.
Jangkauan Luas Ambulans Lilo untuk Warga Palembang
Selain di kawasan CFD, Dinkes Palembang menyiagakan total tiga unit Ambulans Lilo untuk pelayanan sehari-hari. Ambulans-ambulans ini siap sedia menjangkau warga di daerah pelosok atau pemukiman dengan akses jalan yang sempit. Program ini sejalan dengan visi "Palembang Sehat" yang diusung oleh Wali Kota Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam.
Layanan Ambulans Lilo tidak hanya terbatas pada penanganan darurat di lokasi. Tim ini juga menyediakan layanan antar-jemput gratis bagi warga yang sakit, dari kediaman mereka hingga ke rumah sakit rujukan. Hal ini sangat membantu warga yang kesulitan akses transportasi medis.
Untuk memanfaatkan layanan Ambulans Lilo, warga Palembang dapat menghubungi Pusat Panggilan Public Safety Center (PSC) 119 atau melalui saluran WhatsApp di nomor 08117111901. Kemudahan akses ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat.
Sinergi Puskesmas dan Ambulans Lilo untuk Kesehatan Komunitas
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi sekitar 1,8 juta warganya. Pelayanan ini tersebar di 107 kelurahan dan didukung oleh 42 puskesmas di 18 kecamatan. Ambulans Lilo menjadi pelengkap penting dalam ekosistem kesehatan ini.
Ambulans Lilo berperan vital dalam menjangkau pemukiman di dalam lorong atau akses jalan sempit yang sulit diakses oleh ambulans konvensional. Tim kesehatan yang diturunkan ke daerah pelosok akan memberikan pemeriksaan dan pengobatan ringan di tempat. Ini mengurangi beban puskesmas dan rumah sakit untuk kasus-kasus non-darurat.
Apabila kondisi pasien memerlukan penanganan lebih lanjut, mereka akan dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah kota. Rumah sakit rujukan meliputi Rumah Sakit Bari dan RSUD Gandus. Sinergi antara puskesmas, Ambulans Lilo, dan rumah sakit memastikan layanan kesehatan yang terintegrasi dan merata.
Sumber: AntaraNews