Juara Dunia Dua Kali, Pecco Bagnaia Pusing Berat: Motor Desmosedici GP25 Sulit Dikendalikan di Mandalika!
Pembalap Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia, dibuat pusing tujuh keliling oleh performa Desmosedici GP25 di Sprint Race MotoGP Mandalika. Ada apa dengan motor sang juara dunia?
Pembalap andalan Ducati Lenovo, Francesco "Pecco" Bagnaia, mengungkapkan rasa pusingnya terhadap kondisi motor Desmosedici GP25 miliknya. Kendaraan tersebut terasa sulit dikendalikan selama sesi sprint race MotoGP Indonesia yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, pada hari Sabtu.
Pecco Bagnaia, yang merupakan juara dunia dua kali, memulai balapan dari posisi ke-16 dan mengakhiri sesi sprint race dengan hasil yang kurang memuaskan. Ia hanya mampu menempati urutan paling buncit di posisi ke-14, jauh dari ekspektasi seorang pembalap kelas atas.
"Saya seperti tidak sedang berkendara, saya hanya seorang penumpang motor karena tidak bisa mengontrol apa-apa selama balapan," kata Pecco Bagnaia dalam konferensi pers seusai balapan, menggambarkan frustrasinya. Ia menambahkan bahwa masalah ini sangat mengganggu performanya di lintasan.
"Kutukan" Desmosedici GP25 di Mandalika
Pembalap asal Italia ini kembali dihadapkan pada "penyakit kambuhan" yang sering ia alami ketika mengendarai Desmosedici GP25. Masalah utama yang muncul adalah terkait dengan sistem pengereman dan stabilitas motor yang cukup susah dikendalikan di Sirkuit Mandalika.
Pecco Bagnaia bahkan menyebutkan bahwa ia mengalami kesulitan serius di tikungan sepuluh. "Saya hitung saya berada di tikungan sepuluh tanpa bisa mengendalikan sistem pengereman sebanyak tiga kali dan saya perlu tiga kali untuk sedikit bisa mengendalikan motor di tikungan tersebut," imbuh jawara dunia dua kali tersebut.
Kondisi ini sangat kontras dengan performa Pecco Bagnaia sebelumnya yang sempat tampil menjanjikan. Ia baru saja memenangkan GP Jepang yang berlangsung di Sirkuit Motegi pada tanggal 28 September, menunjukkan potensi motor Desmosedici GP25 dalam kondisi prima.
Namun, kendala yang sama kembali menghantui Pecco Bagnaia di Mandalika, membuatnya kesulitan untuk bersaing di barisan depan. Ini menjadi tantangan besar bagi tim Ducati Lenovo untuk segera menemukan solusi.
Mencari Solusi untuk Sang Juara Dunia
Pecco Bagnaia mengungkapkan bahwa masalah ini bukanlah hal baru baginya sepanjang musim ini. Ia mengakui bahwa timnya belum bisa mencarikan solusi yang tepat untuk mengatasi kendala pengereman dan stabilitas Desmosedici GP25 yang kerap muncul secara tiba-tiba.
"Terkadang saya mempunyai akhir pekan yang seperti ini, seminggu yang lalu saya beruntung karena dalam kondisi yang serupa tapi bisa menang," ungkap Pecco Bagnaia. Pernyataan ini menunjukkan bahwa performa motor Desmosedici GP25 masih belum konsisten.
Meskipun demikian, Pecco Bagnaia dan timnya harus segera berbenah untuk balapan utama. Pembalap bernomor 63 ini akan kembali memulai balapan utama MotoGP Indonesia yang berlangsung pada Minggu dari urutan ke-16, posisi yang sama saat sprint race.
Performa Pecco Bagnaia di balapan utama akan menjadi penentu penting dalam perburuan gelar juara dunia musim ini. Harapan besar tertumpu pada tim Ducati Lenovo untuk menemukan setelan terbaik bagi Desmosedici GP25 agar Pecco dapat menunjukkan potensi maksimalnya.
Sumber: AntaraNews