Frustrasi Rem Blong, Pecco Bagnaia Incar Lima Besar MotoGP Indonesia Meski Start ke-16
Pembalap Ducati, Pecco Bagnaia, mengungkapkan frustrasinya setelah sprint race dan menargetkan finis lima besar pada balapan utama MotoGP Indonesia di Mandalika.
Francesco "Pecco" Bagnaia, pembalap andalan Ducati Lenovo, telah menetapkan target ambisius untuk balapan utama MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika. Ia bertekad meraih posisi lima besar meskipun akan memulai balapan dari posisi ke-16 pada hari Minggu (5/10) mendatang.
Target ini muncul setelah performa mengecewakan Pecco dalam sesi sprint race sebelumnya, di mana ia hanya mampu finis di urutan ke-14. Pembalap juara dunia dua kali ini menghadapi masalah serius pada sistem pengereman dan stabilitas motornya.
Kondisi tersebut membuatnya sangat frustrasi dan mengakui bahwa jika tidak ada perbaikan signifikan, hasil balapan utama bisa serupa dengan sprint race. Ia berharap dapat mengulang performa seperti di GP Jepang untuk mencapai target lima besarnya.
Kendala Teknis Hantui Pecco di Sprint Race Mandalika
Pecco Bagnaia secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi motornya selama sprint race MotoGP Indonesia. Ia menyebutkan adanya "penyakit kambuhan" pada Desmosedici GP25 miliknya, terutama terkait sistem pengereman dan stabilitas motor yang sulit dikendalikan.
Masalah ini sangat mengganggu performanya, bahkan saat memasuki tikungan kesepuluh Sirkuit Mandalika, Pecco merasakan sistem pengeremannya tidak berfungsi optimal hingga tiga kali. Hal ini secara langsung mempengaruhi kemampuannya untuk melaju cepat dan bersaing di barisan depan.
"Sejujurnya saya tidak bisa bergerak lebih cepat karena saya kerap kehilangan daya cengkeraman bagian depan...saya tidak dapat bergerak cepat karena motornya di luar kendali," ungkap Pecco. Pernyataan ini menggambarkan betapa seriusnya kendala teknis yang dihadapinya di MotoGP Indonesia.
Akibat masalah tersebut, pembalap bernomor 63 ini yang memulai dari urutan ke-16 harus puas finis di urutan ke-14. Ia terpaut lebih dari tiga detik dari pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, yang berhasil menjuarai sprint race tersebut.
Harapan Pecco untuk Balapan Utama MotoGP Indonesia
Meskipun hasil sprint race kurang memuaskan, Pecco Bagnaia tetap optimistis menatap balapan utama MotoGP Indonesia. Ia berharap ada perubahan signifikan pada setelan motornya agar dapat bersaing lebih baik dan mencapai target lima besar.
Pecco membandingkan situasinya dengan GP Jepang sebelumnya, di mana ia berhasil bangkit setelah performa buruk di sesi kualifikasi. Pengalaman tersebut menjadi dasar harapannya untuk bisa menyelesaikan balapan dengan hasil yang jauh lebih baik di Mandalika.
"Saya berharap besok seperti minggu lalu (seperti mengulang di GP Jepang) hanya untuk memiliki kesempatan menyelesaikan balapan dengan finis di lima besar," kata Francesco Bagnaia. Target ini menunjukkan tekad kuatnya untuk tidak menyerah meskipun dihadapkan pada tantangan besar di MotoGP Indonesia.
Dengan posisi start ke-16, Pecco harus bekerja keras untuk merangsek ke depan dan menghindari skenario terburuk. Ia menyadari bahwa tanpa perbaikan, dirinya bisa kembali terdampar di posisi 15 hingga 20, seperti yang terjadi pada sprint race.
Sumber: AntaraNews