Jemaah An Nadzir Gowa Salat Iduladha Lebih Awal
Menurut mereka, tidak menjadi persoalan adanya perbedaan penentuan hari raya.
Ratusan jemaah An Nadzir melaksanakan salat Iduladha lebih awal dari ketetapan pemerintah, yakni pada Kamis (5/6/2025). Salat ied digelar di halaman Masjid Baitul Muqaddis, Kelurahan Romang Lompoa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Pelaksanaan ini berbeda dengan waktu pelaksanaan Iduladha oleh mayoritas umat Islam, yang masih menunggu prosesi Wukuf di Arafah oleh jutaan jemaah haji. Pemerintah Indonesia sendiri menetapkan Iduladha 1446 H jatuh pada Senin, 9 Juni 2025.
Pimpinan An Nadzir, Samiruddin Pademui menjelaskan, penetapan 10 Zulhijjah 1446 H oleh kelompoknya didasarkan pada metodologi penghitungan dan pengamatan bulan yang mereka gunakan sendiri.
"Kami sampaikan bahwa lebaran haji ini kita lakukan berdasarkan metodologi yang kami lakukan. Dari metodologi itu kita dapatkan besaran bulan itu terjadi pada tanggal 27 Mei 2025 (1 Zulhijjah 1446 H)," ujar Samiruddin kepada wartawan.
Menurutnya, tidak menjadi persoalan adanya perbedaan penentuan hari raya, karena itu bergantung pada perjalanan bulan yang menurut hitungan mereka berlangsung selama dua hari.
"Kemudian Arafah itu memakai Rabu Kamis. Kemudian Iduladha-nya itu Kamis Jumat. Jadi kami mengambil yang awal dan pemerintah mengambil yang akhir," bebernya.
Teladani Nabi Ibrahim
Dalam khutbah salat ied, Samiruddin mengajak para jemaah untuk meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim bersama keluarganya sebagai inti dari peringatan Hari Raya Iduladha.
"Hari ini kita mengambil hikmah ceramah soal pengorbanan dari keluarga Nabi Ibrahim," katanya.
Sebagai bagian dari ibadah kurban tahun ini, jemaah An Nadzir akan menyembelih dua ekor sapi dan dua ekor kambing.
"Alhamdulillah dari sahabat-sahabat kita yang dapat rezeki, kita kurban dua ekor sapi dan dua ekor kambing," pungkas Samiruddin.