Lihat Gerhana Bulan dan Matahari, Jemaah An Nadzir Gelar Lebaran Hari Ini
Pimpinan Jemaah An Nadzir, Samiruddin Pademui mengatakan, memiliki cara pemantauan bulan seperti yang diajarkan oleh iman dan gurunya.
Jemaah An Nadzir menggelar salat Ied Fitri 1446 H di Masjid Baitul Muqadis, Kampung Butta Ejayya, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu (30/3).
Penetapan 1 Syawal 1446 H lebih awal daripada keputusan pemerintah atas pertimbangan adanya dua fenomena alam yakni gerhana bulan dan matahari.
Pimpinan Jemaah An Nadzir, Samiruddin Pademui mengatakan, memiliki cara pemantauan bulan seperti yang diajarkan oleh iman dan gurunya. Pengamatan dilakukan pada waktu tiga purnama pada hari 14,15, dan 16.
"Dan pengamatan pada tiga purnama terakhir pada 27, 28, dan 29 (ramadan)," ujarnya kepada wartawan.
Metode yang Dipakai
Selain pengamatan dan perhitungan bulan, kata Samiruddin, jemaah An Nadzir juga mengaitkan terjadinya Gerhana Bulan dan Matahari.
"Alhamdulillah pada Ramadan kali ini merupakan yang istimewa. Ada dua fenomena alam yang terjadi luar biasa yaitu gerhana bulan dan matahari," sebutnya.
Berdasarkan ajaran dari gurunya, terjadinya gerhana bulan merupakan tanda bahwa terjadinya bulan purnama sempurna. Sementara, terjadinya fenomena Gerhana Matahari menjadi pertanda pergantian bulan.
"Bahwasanya ketika gerhana bulan itu suatu tanda merupakan bulan purnama sempurna. Kemudian di akhir Ramadan ada gerhana matahari yang di mana itu satu pertanda perpisahan bulan," ungkapnya.
Tak Perlu Jadi Polemik
"Artinya Ramadan ke Syawal itu sudah masuk. Berdasarkan itulah maka sudah berjalan Ramadan beberapa jam menurut pemahaman An Nadzir sudah masuk Syawal sehingga memungkinkan kita masuk untuk melaksanakan salat Idul Fitri 1446 H, pada hari ini yaitu tanggal 30 Maret 2025," imbuhnya.
Samiruddin berharap, perbedaan waktu pelaksanaan salat Ied tidak menjadikan polemik. Sementara dalam Khotbahnya, Samiruddin membahas ciri-ciri orang meraih kemenangan selama Ramadan.
"Meraih kemenangan itu tentu tidak luput salat lainnya dan tarawihnya dilakukan secara berjemaah. Kemudian puasa penuh, kemudian Alqurannya harus khatam demi mendapatkan Lailatul Qadar. Itulah sesungguhnya inti orang yang berhasil meraih kemenangan dalam bulan Ramadan," ucapnya.