Jelang Nataru, Menko AHY Bahas 2 Agenda Penting
Rapat ini diikuti oleh sejumlah kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menggelar rapat terkait dengan Sistem Transportasi Nasional (SISTRANAS) dan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Rapat ini diikuti oleh sejumlah kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pariwisata, di Gedung Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Jakarta Pusat, Jumat (19/12).
AHY mengatakan, rapat koordinasi ini membahas dua agenda. Salah satunya soal rancangan Undang-Undang Sistem Transportasi Nasional.
"Intinya adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai perundang-undangan, peraturan yang berurusan dengan pengaturan transportasi multimoda di Indonesia," kata AHY usai rapat.
"Kita tahu ada transportasi darat, laut, udara, termasuk kereta, yang kita harapkan bisa semakin terintegrasi dan ada payung hukum sehingga benar-benar bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat kita," sambungnya.
Kedua, membahas secara khusus tentang persiapan menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
"Kita ketahui bahwa kita prediksi jumlah perjalanan di masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 ini kurang lebih 120 juta perjalanan," ujarnya.
Angka tersebut disebutnya merupakan data dari Kementerian Perhubungan, dan juga hasil dari sejumlah evaluasi terhadap penyelenggaraan Nataru tahun lalu.
"Termasuk juga arus mudik lebaran tahun ini, sehingga harus selalu ada perbaikan walaupun Alhamdulillah penyelenggaraan Nataru dan lebaran terdahulu juga cukup banyak peningkatan, bahkan cukup signifikan penurunan jumlah kecelakaan dan korban di jalan," sebutnya.
"Dan sekaligus bisa dikatakan perjalanan masyarakat bisa berlangsung dengan baik, aman, dan nyaman secara umum," sambungnya.
Intervensi Pemerintah Tekan Biaya Perjalanan dalam Bentuk Diskon
Ketua Partai Demokrat ini menegaskan, ada beberapa insentif dan intervensi pemerintah untuk bisa mengurangi biaya perjalanan dalam bentuk diskon.
"Misalnya untuk penerbangan ekonomi hingga 14 persen. Lalu di bidang laut ya, kapal juga ada 20 persen untuk pengurangan harga tiket kapal Pelni. Kemudian juga ada kereta ya, 30 persen," sebutnya.
Sedangkan, untuk diskon jalan tol juga diberikan oleh sejumlah Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).
"Ada tanggal-tanggal yang nanti bisa lihat secara spesifik kapan dan mudah-mudahan bisa disampaikan kepada masyarakat. Intinya adalah sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto, kami berupaya, Kementerian Perhubungan, BUMN, dan semua berupaya untuk membuat perjalanan masyarakat ini lebih baik dan lebih terjangkau, dan bisa menggerakkan ekonomi di berbagai daerah," ungkapnya.
Selain itu, dalam rapat tersebut pihaknya juga membahas soal pariwisata yang menurutnya bisa semakin tumbuh kembang.
"Termasuk pariwisata, tadi ada Ibu Wakil Menteri Pariwisata juga hadir. Nah, ini dia Ibu Wamen Pariwisata. Tadi kami juga membicarakan bahwa semangatnya adalah sektor pariwisata ini bisa semakin tumbuh dan berkembang dengan kebijakan yang tepat," paparnya.
"Tapi sekali lagi kita berharap paling utama adalah keselamatan, setelah itu baru kenyamanan dan menggerakkan ekonomi di berbagai daerah baik sektor pariwisata maupun UMKM dan ekonomi kreatif," pungkasnya.