Mengintip Kesiapan Pemerintah Jamin Kelancaran Mudik Lebaran 2025
Pemerintah terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi pengguna berbagai moda transportasi demi keamanan dan kenyamanan pemudik.
Menteri Koordinator bidang infrastruktur dan pembangunan kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol dan non tol serta moda trasnportasi darat, laut, udara dan kereta api dalam menghadapi musim mudik Lebaran tahun 2025.
Pihaknya bersama sejumlah instansi terkait masih terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi pengguna berbagai moda transportasi demi keamanan dan kenyamanan pemudik.
"Menteri Perhubungan, Menteri PU setiap saat berupaya untuk menghadirkan fasilitas yang semakin baik, termasuk juga posko-posko keamanan, posko keselamatan juga posko kesehatannya juga harus dihadirkan di sejumlah titik ini juga kita khususkan di lokasi-lokasi yang berpotensi rawan kecelakaan,” kata AHY di dampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhy, Menteri PUPR, Roziek Boedioro Soetjipto dan Sekretaris Kabinet Mayor Teddy di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (1/3).
Selain itu, Menko AHY dihadapan jajaran menteri kabinet Merah putih lainnya juga mendorong optimasi layanan transportasi dalam mendukung perjalanan pemudik dengan menambah armada layanan penerbangan, perkeretaapian dan kapal di pelabuhan.
"Kapal-kapal kita juga dipersiapkan lebih baik lagi untuk menunjang mudik Lebaran. Saya sudah sampaikan ini diharapkan juga bisa memonitor segala sesuatu yang terjadi di lapangan sehingga cepat untuk bisa mengambil keputusan dengan menggunakan sistem berbasis data termasuk pakai AI, kita berharap juga di sana-sini dilakukan manajemen bahkan rekayasa lalu lintas jika diperlukan dan mendeteksi jika ada kepadatan yang terlalu berlebihan sehingga bisa diurai dengan mekanisme yang dijalankan oleh Kementerian Perhubungan maupun Korlantas Polri,” ucapnya.
Minimalisir Kecelakaan Lalu Lintas
Selain itu, pihaknya juga berupaya meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas dengan menertibkan truk-truk bermuatan berlebih (over dimension over load).
"Truk odol ini juga sering kali mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, ini tidak bisa dibiarkan kita ingin memastikan bahwa bukan hanya pengemudi tapi juga para owner bertanggung jawab. Jangan sampai truk-truknya berlebihan kapasitas terutama di jalan-jalan yang padat penduduk dan pada pengemudi itu bisa menyebabkan kecelakaan di jalan," ucap dia.
Ketua Umum Parta Demokrat tersebut menyebutkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) untuk memberlakukan kebijakan bekerja ASN dari mana saja (Work From Anywhere).
"Kemudian kami juga sampaikan kebijakan lainnya terkait dengan upaya mengurai kemacetan, kami juga sudah berkomunikasi berkoordinasi dengan Kementerian Pan RB terkait dengan mengurai kemacetan dengan cara fleksibel working atau WFH," ujar dia.