Pemerintah Target 100 Persen Rakyat Indonesia Nikmati Air Pipa Pada 2045
AHY mengatakan, akses air bersih bukan sekadar urusan teknis, melainkan hak dasar yang menyangkut keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membawa visi ambisius untuk memastikan setiap rumah tangga di Indonesia mendapatkan akses air bersih yang layak. Hal ini disampaikan AHY dalam acara Water Town Hall Meeting di kantornya Kemenko Infra, Jakarta Pusat, Selasa (23/2).
AHY mengatakan, akses air bersih bukan sekadar urusan teknis, melainkan hak dasar yang menyangkut keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Saat ini, fakta di lapangan menunjukkan tantangan yang cukup besar bagi pemerintah.
Baru sekitar 20 persen penduduk Indonesia yang terhubung dengan layanan air perpipaan. Hal ini menjadi perhatian serius karena tanpa akses perpipaan, masyarakat terpaksa mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar untuk memenuhi kebutuhan harian mereka melalui air kemasan.
"Pemerintah telah menyusun peta jalan strategis untuk mengejar ketertinggalan tersebut," kata AHY dalam pidatonya.
AHY pun mematok target jangka pendek agar pada tahun 2029, cakupan air perpipaan di wilayah urban bisa mencapai 40 persen. Langkah ini dipandang sebagai fondasi penting sebelum melangkah ke target yang lebih masif di masa depan demi kesejahteraan masyarakat secara merata.
"Penting untuk dicatat bahwa harga air perpipaan jauh lebih murah dibandingkan air kemasan yang bisa mencapai ribuan kali lipat harganya, sehingga akses air pipa merupakan solusi keadilan sosial," ujarnya.
Bermuara Pada Indoneia Emas 2045
Visi besar ini disebutnya bermuara pada Indonesia Emas 2045. Pada titik itu, pemerintah menargetkan 100 persen koneksi rumah tangga yang mencakup sekitar 211 juta jiwa.
AHY ingin memastikan, tidak ada lagi ketimpangan antara warga di kota besar dan di daerah terpencil dalam urusan mendapatkan air yang murah dan berkualitas.
Strategi ini juga didukung oleh kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pakar dari BRIN dan utusan khusus PBB. AHY menyadari, untuk menyambungkan pipa ke ratusan juta orang diperlukan inovasi teknologi dan pendanaan yang kuat.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat guna memangkas hambatan birokrasi di lapangan. "Target kita pada tahun 2029 adalah mencapai 40 persen cakupan urban, dan pada tahun 2045 dalam visi Indonesia Emas, kita menargetkan 100 persen koneksi rumah tangga atau menjangkau 211 juta orang," sebutnya.
Kesadaran Kolektif Masyarakat
Melalui acara ini, AHY berharap ada kesadaran kolektif dari masyarakat untuk mendukung program pemerintah. Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur air adalah investasi jangka panjang untuk anak cucu.
"Air bersih yang mengalir langsung ke rumah warga akan meningkatkan produktivitas dan kualitas kesehatan nasional secara signifikan," ujarnya.
Ketua Umum Partai Demokrat ini mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melihat air sebagai elemen krusial dalam pertahanan negara.
AHY percaya, jika urusan air selesai, maka separuh dari urusan kemandirian bangsa juga akan terpenuhi. Ia mengajak semua pihak bekerja keras mewujudkan mimpi besar di tahun 2045 nanti.
"Apa yang kita lakukan hari ini bukan hanya untuk kita sendiri, melainkan untuk menyelamatkan masa depan negeri dan dunia," pungkasnya.