Jakarta Light Festival Meriahkan Bundaran HI 13 Februari, Sambut Imlek dengan Lampion
Pemerintah Daerah Khusus Jakarta (DKJ) siap menggelar Jakarta Light Festival di Bundaran HI pada 13 Februari 2026, melanjutkan semangat "Jakarta Penuh Warna" dengan lomba dekorasi lampion bertema Imlek. Acara ini mencerminkan Jakarta sebagai kota beragam,
Jakarta Light Festival akan diselenggarakan di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada 13 Februari 2026. Acara ini akan dimeriahkan dengan lomba dekorasi lampion antargedung bertema Imlek. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari acara "Jakarta Penuh Warna" (JPW) 2026.
Festival ini bukan sekadar agenda hiburan, melainkan cerminan jati diri Jakarta sebagai kota yang beragam, energik, dan penuh kreativitas. Ini juga menjadi ajang untuk merayakan warna-warni budaya serta komunitas di ibu kota.
Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Rano Karno, menegaskan pentingnya dukungan positif warganya. Dukungan ini diperlukan agar Jakarta dapat terus bergerak menuju kota global yang inklusif.
Kemeriahan Jakarta Light Festival dan Semangat Imlek
Pada 13 Februari 2026, Bundaran HI akan menjadi pusat perhatian dengan diselenggarakannya Jakarta Light Festival. Festival ini secara khusus akan menampilkan lomba dekorasi lampion antargedung yang mengusung tema Imlek. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkaya perayaan Tahun Baru Imlek di ibu kota.
Perayaan budaya Imlek melalui festival cahaya ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat luas. Lomba lampion tersebut akan menambah semarak suasana kota, sekaligus menunjukkan kreativitas para peserta. Festival ini menjadi simbol keberagaman budaya yang ada di Jakarta.
Jakarta Light Festival merupakan bagian integral dari upaya Pemerintah Daerah Khusus Jakarta untuk menjadikan kota ini sebagai pusat kegiatan budaya dan seni. Acara ini dirancang untuk menciptakan pengalaman visual yang memukau bagi seluruh pengunjung.
"Jakarta Penuh Warna": Ruang Ekspresi dan Kolaborasi Warga
Jakarta Light Festival adalah kelanjutan dari "Jakarta Penuh Warna" (JPW) 2026, sebuah kegiatan rutin bulanan. JPW digelar bertepatan dengan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (Car Free Day) dan berfungsi sebagai ruang ekspresi. Ini menjadi wadah bagi seni, budaya, olahraga, dan kolaborasi masyarakat.
Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek, JPW 2026 dimeriahkan dengan atraksi barongsai yang memukau. Tidak hanya itu, acara ini juga dirangkaikan dengan semangat menyongsong Piala Dunia FIFA 2026. Berbagai elemen budaya dan olahraga disatukan dalam satu perayaan.
Anak-anak dari berbagai Sekolah Sepak Bola (SSB) di Jakarta turut menampilkan atraksi keterampilan mereka. Penampilan ini menjadi simbol semangat olahraga generasi muda Jakarta. JPW secara konsisten mendorong partisipasi aktif dari berbagai lapisan masyarakat.
Jakarta Menuju Kota Global: Peran Aktif Generasi Muda
Wakil Gubernur Daerah Khusus Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa Jakarta bergerak menuju kota global. Pergerakan ini memerlukan dukungan positif dari warganya, termasuk menguatkan budaya hidup sehat. Kepedulian sosial serta sikap saling menghargai dalam keberagaman juga ditekankan.
Rano Karno menyatakan bahwa acara seperti ini merayakan warna-warni budaya, komunitas, UMKM, hingga kreativitas anak muda. "Inilah denyut nadi kota yang hidup dan optimistis,” kata Rano. Pernyataan ini menyoroti vitalitas dan potensi Jakarta.
Generasi muda Jakarta diajak untuk terus aktif berkontribusi dalam berbagai ruang kolaborasi. Ini mencakup seni pertunjukan, kegiatan sosial, hingga penguatan kemandirian ekonomi. Pelatihan dan pemberdayaan komunitas menjadi fokus penting.
Menurut Rano Karno, Jakarta membutuhkan kreativitas, kepedulian, dan keberanian anak-anak mudanya. "Masa depan Jakarta yang inklusif dan penuh warna lahir dari peran aktif generasi mudanya,” tambahnya. Ini menunjukkan harapan besar pada kontribusi pemuda.
Menyongsong Usia 500 Tahun Jakarta dengan Event Internasional
Menjelang usia 500 tahun Jakarta pada 2027, ruang publik di kota ini akan semakin banyak diisi kegiatan bertaraf internasional. Kegiatan-kegiatan tersebut akan memadukan unsur budaya dan olahraga. Ini merupakan bagian dari visi jangka panjang pembangunan kota.
Salah satu inisiatif yang disebutkan adalah pembentukan "Jakarta Drum Corps". Kelompok ini dipersiapkan untuk menuju kejuaraan dunia marching band. Langkah ini menunjukkan ambisi Jakarta di kancah internasional.
Rencana ini menegaskan komitmen Pemerintah Daerah Khusus Jakarta untuk meningkatkan citra kota. Melalui event-event berskala global, Jakarta berupaya menjadi destinasi utama bagi wisatawan dan investor. Peningkatan kualitas hidup warga juga menjadi prioritas.
Sumber: AntaraNews