Jakarta Berpotensi Dilanda Cuaca Ekstrem sampai 12 Maret 2026
Kesiapsiagaan merupakan faktor penting yang dapat membantu mengurangi dampak risiko bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini mengenai cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah ibu kota sampai tanggal 12 Maret 2026. Peringatan ini didasarkan pada prakiraan cuaca yang disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan cuaca ekstrem dalam lima hari ke depan.
"Waspada cuaca ekstrem, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu," ungkap Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, dalam keterangannya yang dikutip pada hari Minggu (8/3/2026). BPBD DKI Jakarta juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem, seperti genangan air dan banjir.
"Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem," tambahnya. Dalam situasi seperti ini, penting bagi warga untuk mempersiapkan diri dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi diri dan harta benda mereka dari potensi bahaya yang mungkin terjadi akibat cuaca buruk ini.
Sedia Payung dan Jas Hujan
Menurut Isnawa, kesiapsiagaan merupakan faktor penting untuk mengurangi risiko bencana. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk secara rutin memantau informasi mengenai tinggi muka air melalui situs resmi BPBD dan memperbarui informasi terkait kondisi banjir melalui laman pemantauan banjir Pemprov DKI.
Lebih lanjut, BPBD DKI mengingatkan agar masyarakat mempersiapkan perlengkapan dasar dalam menghadapi bencana. Contohnya, mereka disarankan untuk memiliki payung atau jas hujan serta tas siaga bencana yang berisi dokumen penting dan kebutuhan darurat lainnya.
Call Center
"Apabila masyarakat menghadapi situasi darurat yang memerlukan bantuan secepatnya, mereka dapat menghubungi Call Center Jakarta Siaga di nomor 112," kata Isnawa.
Isnawa menambahkan bahwa penting bagi warga untuk mengetahui nomor tersebut agar bisa segera mendapatkan pertolongan dalam keadaan mendesak. Dengan akses yang cepat, diharapkan respon terhadap situasi darurat bisa lebih efisien dan efektif.