Isu Siaga Mencuat, Kodam Diponegoro Tegaskan Tunggu Komando untuk Bergerak
Kondisi Jawa Tengah sendiri situasi aman kondusif. Pihaknya tidak mau gegabah mengerahkan personel yang mana justru menimbulkan ketakutan bagi masyarakat.
Jajaran Kodam IV Diponegoro Semarang belum mengambil tindakan untuk melakukan pergerakan di tengah dampak perang Timteng tersebut.
Diketahui, Perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) semakin meluas dengan keterlibatan negara-negara sekutu Amerika untuk ikut berperang Iran.
"Kita belum siaga, masih aktivitas biasa. Karena satuan kita masih menunggu komando, perintah dari atasan," kata Kapendam IV Diponegoro Semarang, Letkol Andy Soelistyo, Senin (9/3).
Situasi Aman
Dalam hal ini, kondisi Jawa Tengah sendiri situasi aman kondusif. Pihaknya tidak mau gegabah mengerahkan personel yang mana justru menimbulkan ketakutan bagi masyarakat Jawa Tengah.
"Prinsipnya kami tunggu arahan dulu. Tidak langsung bergerak karena pertimbangannya pada keamanan warga," ungkapnya.
Teritorial Infanteri
Saat ini, pihak Kodam Diponegoro berkomitmen mengembangkan jumlah satuan teritorial infanteri pembangunan selain dua satuan teritorial yang sudah dimiliki.
Ada beberapa satuan teritorial infanteri pembangunan sudah beroperasi di Satuan Batalyon 383 Pembangunan Cilacap serta Batalyon 888 Rembang.
Dalam rentang tahun ini pihaknya merencanakan mengoperasikan satuan teritorial pembangunan di kabupaten/kota lainnya.
"Kami sudah punya dua Batalyon 383 dan 888. Tapi tahun ini kami tinggal menunggu perintah lanjutan dari mabes apakah ada pengembangan ke wilayah lain atau tidak," katanya.