Istri Wagub Kaltim Bergerak Cepat, Lakukan Evakuasi Keluarga Rentan di Samarinda
Wahyu Hernaningsih Seno, istri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, merespons cepat laporan keluarga rentan di Samarinda. Simak upaya evakuasi dan bantuan yang diberikan untuk keluarga miskin dengan ibu penderita stroke dan tiga anak.
Istri Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Wahyu Hernaningsih Seno, menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dengan merespons cepat laporan mengenai keluarga rentan di Samarinda. Pada Jumat, ia secara langsung mengunjungi dan mengevakuasi sebuah keluarga yang sangat membutuhkan bantuan. Keluarga ini terdiri dari seorang ibu tunggal penderita stroke dan ketiga anaknya yang menghadapi risiko putus sekolah.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat mengenai kondisi keluarga tersebut yang memprihatinkan. Hernaningsih tidak hanya datang melihat, tetapi langsung mengambil tindakan nyata untuk memberikan pertolongan. "Alhamdulillah, kami langsung merespons cepat laporan tentang keluarga yang membutuhkan bantuan itu," kata Hernaningsih saat berkunjung di kediaman mereka.
Evakuasi ini dilakukan mengingat kondisi tempat tinggal keluarga yang tidak layak huni di kawasan Jalan Biawan, Samarinda. Rumah kayu mereka memiliki dinding berlubang, lantai rapuh, serta atap yang sering bocor. Kondisi ini tentu sangat membahayakan kesehatan dan keselamatan penghuninya, terutama sang ibu yang sedang sakit.
Respons Cepat dan Kondisi Keluarga Rentan
Keluarga yang dievakuasi ini hidup dalam kondisi serba kekurangan, dengan sang ibu sebagai orang tua tunggal yang menderita stroke. Penyakit ini membuatnya terbaring lemah dan tidak dapat mencari nafkah untuk menghidupi ketiga anaknya. Ketiga anak tersebut juga terancam putus sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Hernaningsih mengungkapkan keprihatinannya yang mendalam setelah melihat langsung kondisi keluarga tersebut. "Kami melihat kondisi yang memilukan lantaran sang ibu terbaring lemah karena menderita penyakit stroke," ujarnya. Situasi ini mendorongnya untuk segera bertindak demi masa depan anak-anak dan pemulihan kesehatan sang ibu.
Rumah yang mereka tempati di Jalan Biawan jauh dari kata layak. Selain dinding yang berlubang dan lantai yang rapuh, atap rumah sering bocor saat hujan. Ini menyebabkan air hujan masuk ke dalam kamar dan membasahi kasur mereka, menambah penderitaan keluarga tersebut.
Bantuan Kesehatan dan Jaminan Pendidikan
Sebagai langkah awal, Wahyu Hernaningsih Seno bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur segera melakukan intervensi. Keluarga miskin ini kemudian ditempatkan sementara di fasilitas rumah singgah milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Penempatan ini bertujuan untuk memberikan tempat tinggal yang layak dan aman sambil menunggu penanganan lebih lanjut.
Hernaningsih memastikan bahwa penanganan dari pemerintah tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga berkelanjutan. Ia menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin kesehatan dan pendidikan keluarga. "Kesehatannya akan dibantu melalui KIS, sedangkan pendidikan mereka menjadi tugas bersama," katanya.
Istri Wagub Seno Aji juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menjamin keberlanjutan akses pendidikan bagi ketiga anak tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dalam keluarga. Dengan pendidikan yang terjamin, anak-anak memiliki kesempatan lebih baik untuk masa depan.
Sinergi Lintas Instansi untuk Solusi Jangka Panjang
Terkait rencana bedah rumah untuk keluarga ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur masih memerlukan koordinasi intensif dengan lintas instansi terkait. Program bedah rumah secara administratif merupakan wilayah kewenangan penuh dari Pemerintah Kota Samarinda. Oleh karena itu, Dinas Sosial Kalimantan Timur harus berkomunikasi dengan pemerintah kota untuk merumuskan langkah penanganan terbaik.
Hernaningsih menekankan pentingnya sinergi yang kuat antarlembaga Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk menyelesaikan masalah sosial di masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi komprehensif dan berkelanjutan bagi keluarga rentan. Ini termasuk memastikan bahwa semua aspek kebutuhan keluarga terpenuhi.
Selain itu, peran serta masyarakat sekitar juga dinilai penting dalam mendukung proses pemulihan keluarga tersebut. "Peran serta masyarakat sekitar juga dinilai penting dalam mendukung proses pemulihan keluarga itu," ungkap Hernaningsih. Dukungan dari lingkungan sekitar dapat mempercepat proses adaptasi dan pemulihan kondisi keluarga.
Sumber: AntaraNews