Ini Identitas dan Kronologi Penemuan Mayat Wanita dalam Mobil di Bandara Juanda
Kepastian identitas korban disampaikan kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya.
Identitas perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Innova hitam di area parkir Terminal 1 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, akhirnya terungkap. Korban diketahui berinisial RYS (50), seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan.
Kepastian identitas korban disampaikan kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya. Menurutnya, meski kondisi jenazah telah mengalami pembusukan lanjut saat ditemukan, keluarga meyakini bahwa korban adalah RYS yang beberapa hari terakhir tidak diketahui keberadaannya.
Awal Mula Korban Hilang
Berdasarkan keterangan keluarga, RYS terakhir kali menjalani aktivitas normal pada Kamis (18/6). Saat itu ia berangkat bekerja seperti biasa menggunakan mobil dinas milik Pemkab Bangkalan dengan pelat merah nomor polisi M 1090 GP.
Korban sempat memberi tahu keluarganya bahwa dirinya masih memiliki agenda rapat sehingga tidak langsung pulang ke rumah. Selama beberapa hari berikutnya, komunikasi dengan keluarga masih berlangsung normal.
"Hari Kamis berangkat seperti biasa. Jumat masih video call dengan adiknya, masih teleponan dengan anaknya, ada chatting dengan suaminya. Sabtu pagi masih chatting. Sabtu siang sudah tidak bisa dihubungi," kata Risang.
RYS diketahui tinggal bersama anaknya di Bangkalan. Sementara sang suami yang sedang sakit menetap di wilayah Tanjung Bumi, Madura. Sejak Sabtu siang, keluarga kehilangan kontak dengan korban dan tidak lagi mengetahui keberadaannya.
Ditemukan Meninggal di Parkiran Bandara
Jenazah RYS ditemukan pada Rabu (24/6) di dalam mobil Toyota Innova yang terparkir di kawasan Terminal 1 Bandara Juanda. Penemuan tersebut berawal dari kecurigaan sejumlah pengemudi taksi online yang mencium aroma menyengat dari kendaraan tersebut.
Selain bau tidak sedap, mereka juga melihat adanya cairan yang menetes dari bagian bawah mobil. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada petugas keamanan bandara dan diteruskan kepada kepolisian.
Manajemen Bandara Juanda membenarkan adanya penemuan seorang perempuan yang meninggal dunia di area parkir terminal.
"Kami membenarkan penemuan seorang wanita yang meninggal di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda," ujar General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir.
Dia menambahkan bahwa penanganan lokasi dan penyelidikan dilakukan oleh petugas keamanan bandara bersama kepolisian.
"Manajemen Bandara Juanda mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwajib," kata Tohir.
Sejumlah Kejanggalan Jadi Sorotan
Pihak keluarga menilai terdapat beberapa hal yang perlu diusut lebih lanjut. Salah satunya terkait posisi korban saat ditemukan. Jenazah tidak berada di kursi pengemudi, melainkan di kursi penumpang depan sebelah kiri.
Menurut Risang, kondisi tersebut menimbulkan dugaan adanya orang lain yang berada di dalam kendaraan bersama korban sebelum mobil itu diparkir di lokasi penemuan.
"Yang ditemukan di jok penumpang tempat sebelah kiri. Artinya ada dugaan ada seseorang yang di dalam mobil itu juga," kata Risang.
Keluarga juga mengaku tidak mengetahui alasan korban berada di kawasan bandara. Selama ini tidak pernah ada informasi mengenai rencana perjalanan maupun aktivitas lain yang berkaitan dengan Bandara Juanda.
"Dari pihak keluarga, kami juga meyakini [RYS] tidak ada keperluan apa-apa di tempat itu. Tidak antar siapapun, tidak menyebut siapapun. Jadi itu memang oleh orang yang membawa, memang sengaja dibuang di situ saja," ujarnya.
Risang menambahkan, keluarga tidak mengetahui adanya konflik pribadi maupun permasalahan yang melibatkan korban sebelum peristiwa tersebut.
"Tidak ada. Tidak ada sama sekali. Kalaupun ada, berarti sangat rapi disembunyikan. Tapi saya rasa tidak ada," katanya.
Hingga kini penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan membuat identifikasi tanda-tanda kekerasan tidak dapat dilakukan secara kasat mata.
"Kondisi jenazah sudah pembusukan lanjut. Kita juga bisa membedakan itu lebam mayat atau lebam karena kekerasan. Jadi biar nanti dokter saja yang beri kesimpulan," kata Risang.
Sementara itu, Satreskrim Polresta Sidoarjo masih melakukan penyelidikan intensif. Tim Inafis dan Polsek Sedati telah melakukan olah tempat kejadian perkara, sedangkan jenazah dibawa ke RS Pusdik Bhayangkara Porong untuk pemeriksaan forensik.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Siko mengatakan proses identifikasi dan pendalaman kasus masih berlangsung.
"Kami masih melakukan identifikasi," ujarnya.
Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang yang ditemukan bersama korban, termasuk telepon genggam dan barang pribadi lainnya, yang diharapkan dapat membantu mengungkap rangkaian peristiwa sebelum RYS ditemukan meninggal di dalam mobil dinas tersebut.