15 Penerbangan Terdampak Angin Kencang di Bandara Juanda, Satu Petugas Terluka
Hujan deras disertai angin kencang melanda Sidoarjo pada Minggu (15/3) sore, menyebabkan 15 penerbangan di Bandara Juanda terdampak, fasilitas rusak, dan satu petugas terluka.
Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, pada Minggu (15/3) sore, mengakibatkan gangguan signifikan di Bandara Internasional Juanda. Peristiwa ini menyebabkan setidaknya 15 penerbangan dari dan menuju bandara tersebut mengalami dampak serius. Manajemen Bandara Internasional Juanda segera mengambil langkah penanganan untuk memulihkan operasional.
Dampak cuaca ekstrem ini dirasakan oleh berbagai maskapai, mulai dari penundaan jadwal keberangkatan hingga pengalihan rute penerbangan. Kondisi cuaca buruk ini tidak hanya mengganggu jadwal perjalanan, tetapi juga menimbulkan kerusakan pada fasilitas bandara. Insiden ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, mengonfirmasi kejadian tersebut kepada ANTARA di Sidoarjo pada hari yang sama. Pihak bandara berupaya keras memastikan keamanan dan kelancaran operasional meskipun menghadapi tantangan cuaca. Penanganan cepat dilakukan untuk meminimalisir dampak lebih lanjut.
Gangguan Penerbangan dan Pengalihan Rute
Angin kencang di Bandara Juanda menyebabkan sembilan penerbangan mengalami penundaan atau delay pada Minggu sore. Maskapai seperti Lion Air dan Super Airjet menjadi yang paling terdampak dengan rute-rute seperti Surabaya–Palangkaraya, Surabaya–Lombok Praya, dan Surabaya–Pekanbaru. Selain itu, penerbangan Lion Air rute Surabaya–Balikpapan, Surabaya–Manado, Surabaya–Banjarmasin, dan Surabaya–Makassar juga tertunda. Batik Air rute Surabaya–Halim Perdanakusuma serta Super Airjet rute Surabaya–Pontianak turut mengalami penundaan.
Tidak hanya penundaan, beberapa penerbangan menuju Surabaya terpaksa dialihkan ke bandara lain karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan pendaratan. Citilink rute Banjarmasin–Surabaya dan Super Airjet rute Samarinda–Surabaya dialihkan ke Semarang. Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur–Surabaya juga dialihkan, namun menuju Bali, sementara Lion Air rute Ambon–Surabaya dialihkan ke Semarang.
Dua penerbangan bahkan harus kembali ke Bandara Juanda atau return to base (RTB) setelah sempat lepas landas. Penerbangan tersebut adalah Lion Air rute Surabaya–Pekanbaru dan Air Asia rute Surabaya–Makassar. Situasi ini menunjukkan tingkat keparahan angin kencang yang melanda area sekitar bandara.
Kerusakan Fasilitas dan Korban Luka
Selain dampak pada jadwal penerbangan, angin kencang juga menyebabkan kerusakan fisik di area Bandara Juanda. Beberapa pohon tumbang di area Terminal Kargo bandara, menunjukkan kekuatan hembusan angin yang terjadi. Peristiwa ini memerlukan respons cepat dari tim penanganan darurat bandara.
Lebih lanjut, satu pos toll gate di kawasan bandara mengalami kerusakan parah akibat tertimpa pohon yang tumbang. Kerusakan ini mengganggu akses dan operasional di pintu gerbang bandara. Pihak bandara segera melakukan evakuasi dan pembersihan area terdampak untuk menghindari insiden lebih lanjut.
Tragisnya, satu orang petugas penjaga pintu gerbang mengalami luka akibat kejadian tersebut. Petugas yang terluka langsung mendapatkan penanganan medis dari tim Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan. Insiden ini menjadi pengingat akan risiko keselamatan yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem.
Penanganan Cepat dan Kondisi Terkini Bandara
Muhammad Tohir menegaskan bahwa pihak Bandara Internasional Juanda telah melakukan berbagai upaya penanganan untuk memastikan area terdampak dapat kembali beroperasi normal. Tim di lapangan bekerja keras untuk membersihkan puing-puing dan memperbaiki fasilitas yang rusak. Prioritas utama adalah mengembalikan kelancaran operasional dan keamanan bagi seluruh pengguna jasa bandara.
Meskipun terjadi insiden cuaca ekstrem, General Manager Bandara Internasional Juanda menyatakan bahwa fasilitas terminal dan area sisi udara secara umum tetap aman. “Bandara Internasional Juanda memastikan seluruh fasilitas terminal dan area sisi udara tetap aman setelah terjadinya cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang pada siang hari ini secara umum tetap berjalan normal,” kata Muhammad Tohir. Pernyataan ini memberikan jaminan kepada publik mengenai kondisi terkini bandara.
Upaya pemulihan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi gangguan signifikan. Koordinasi antara manajemen bandara dan pihak terkait lainnya berjalan efektif untuk mengatasi dampak angin kencang ini. Diharapkan operasional Bandara Juanda dapat segera pulih sepenuhnya tanpa kendala berarti.
Sumber: AntaraNews