Bandara Juanda Prediksi Puncak Arus Mudik Lebaran H-3, Siapkan 136 Extra Flight
Bandara Internasional Juanda Sidoarjo bersiap menghadapi Puncak Arus Mudik Lebaran pada H-3 dengan proyeksi 50.888 penumpang, didukung penambahan 136 extra flight dan posko terpadu.
Bandar Udara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada H-3 Hari Raya Idul Fitri. Tanggal 18 Maret 2026 diperkirakan menjadi hari tersibuk dengan jumlah penumpang mencapai 50.888 orang. Prediksi ini disampaikan oleh General Manager Bandar Udara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, di Sidoarjo, Jawa Timur.
Selain arus mudik, puncak arus balik juga telah diproyeksikan oleh pihak Bandara Juanda. Arus balik diperkirakan memuncak pada H+7 Lebaran, yaitu tanggal 29 Maret 2026, dengan jumlah penumpang mencapai 51.461 orang. Angka ini menunjukkan kesiapan Bandara Juanda dalam mengelola mobilitas masyarakat selama periode libur panjang.
Peningkatan jumlah penumpang pada periode Lebaran tahun ini diperkirakan mengalami kenaikan tipis sebesar 0,14 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025. Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor signifikan. Muhammad Tohir menyoroti panjangnya masa libur Lebaran yang didahului oleh libur Nyepi, serta adanya kebijakan work from anywhere (WFA) dari pemerintah.
Prediksi Lonjakan Penumpang dan Faktor Pendorong
Bandara Internasional Juanda Sidoarjo telah merilis prediksi detail mengenai lonjakan penumpang selama periode Lebaran 2026. Puncak arus mudik Lebaran diproyeksikan pada 18 Maret 2026 (H-3) dengan 50.888 penumpang. Sementara itu, puncak arus balik akan terjadi pada 29 Maret 2026 (H+7) dengan perkiraan 51.461 penumpang.
Jumlah penumpang selama periode Lebaran tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan sebesar 0,14 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan adanya tren positif dalam mobilitas masyarakat. Peningkatan ini, meskipun kecil, tetap menjadi perhatian utama bagi pengelola bandara.
Muhammad Tohir menjelaskan bahwa peningkatan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah panjangnya masa libur Lebaran yang berdekatan dengan libur Nyepi, memberikan kesempatan lebih bagi masyarakat untuk bepergian. Selain itu, kebijakan pemerintah terkait work from anywhere (WFA) juga turut berkontribusi dalam fleksibilitas jadwal perjalanan masyarakat.
Penambahan Penerbangan dan Kesiapan Maskapai
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada puncak arus mudik Lebaran, Bandara Internasional Juanda telah menerima pengajuan tambahan penerbangan atau extra flight. Hingga 9 Maret 2026, tercatat sebanyak 136 penerbangan tambahan telah diajukan oleh berbagai maskapai. Ini menunjukkan respons cepat dari pihak maskapai untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara.
Beberapa maskapai yang telah mengajukan penambahan penerbangan antara lain Lion Air dengan 24 penerbangan, Super Air Jet dengan 10 penerbangan, AirAsia dengan 26 penerbangan, serta Citilink dengan jumlah terbanyak yaitu 76 penerbangan. Penambahan ini diharapkan dapat mengakomodasi seluruh penumpang yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik.
Kesiapan maskapai dalam menyediakan extra flight ini menjadi kunci kelancaran arus mudik Lebaran. Dengan adanya penerbangan tambahan, diharapkan tidak terjadi penumpukan penumpang yang berlebihan. Hal ini juga membantu menjaga kenyamanan dan keamanan perjalanan udara selama periode sibuk tersebut.
Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 dan Kolaborasi Lintas Sektor
Bandara Internasional Juanda telah mengoperasikan Posko Angkutan Udara Lebaran 2026 guna memantau dan mengendalikan arus mudik serta arus balik. Posko ini berlokasi di Terminal 1 (T1) dan Terminal 2 (T2), mulai beroperasi sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026, mencakup periode H-8 hingga H+8 Lebaran.
Posko ini diharapkan mampu mengendalikan penyelenggaraan angkutan udara agar tetap selamat, aman, nyaman, tertib, lancar, dan teratur. Selain itu, posko juga berfungsi sebagai pusat informasi, pengumpulan data, serta area pelayanan bagi para penumpang selama periode angkutan Lebaran.
Pengoperasian posko ini merupakan hasil kerja sama erat dengan berbagai pemangku kepentingan. Kolaborasi melibatkan Satuan Tugas Pengamanan TNI AL, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III, Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda, dan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI).
Mitra kerja sama lainnya termasuk maskapai penerbangan, perusahaan penanganan darat atau ground handling, Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina. Sinergi ini memastikan semua aspek operasional dan pelayanan berjalan optimal.
Sumber: AntaraNews