Ingin Pulang dan Nonton Film, Ini Percakapan Terakhir Ayah Sebelum Kematian Atlet Tinju Alexa
Ayah atlet tinju muda Alexandria Warman mengenang percakapan terakhir yang mengharukan sebelum kematian atlet tinju Alexa di asrama, menyisakan duka mendalam dan pertanyaan.
Duka mendalam menyelimuti keluarga atlet tinju muda Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Banten, Alexandria Warman. Kepergiannya yang mendadak pada Sabtu (18/10) dini hari di asrama menyisakan kesedihan tak terhingga bagi orang-orang terdekat. Ayahnya, Jeli Warman, masih mengingat jelas momen terakhir bersama putrinya.
Jeli Warman menceritakan percakapan terakhirnya dengan Alexa melalui panggilan video pada Jumat malam (17/10). Dalam obrolan tersebut, Alexa mengungkapkan keinginannya untuk pulang ke rumah dan meminta dijemput oleh ibunya. Ia juga sempat berencana untuk menonton film dan meminta uang untuk keperluan di stasiun.
Namun, keinginan tersebut tidak pernah terwujud karena Alexandria ditemukan tak sadarkan diri tak lama setelah percakapan itu. Ia segera dilarikan ke RS Fatimah, namun nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.49 WIB. Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Banten menegaskan bahwa penyebab pasti kematian masih dalam ranah medis.
Kenangan Terakhir dan Keinginan Pulang Alexandria
Jeli Warman, ayah dari Alexandria Warman, masih teringat jelas percakapan terakhirnya dengan sang putri. “Dalam video call itu, Alexa bilang ingin pulang. Katanya, ‘Aku besok mau pulang, tolong dijemput, Bunda,’” ujar Jeli saat mengenang momen terakhir putrinya. Ia menambahkan, Alexa sempat meminta uang untuk di stasiun dan berencana menonton film.
“Saya jawab nanti dijemput jam sepuluh. Setelah itu, tidak ada lagi balasan dari dia,” ucap Jeli, menggambarkan betapa tiba-tibanya kejadian ini. Bagi keluarga, kepergian Alexa terasa begitu mendadak dan meninggalkan duka yang mendalam. Mereka tidak menyangka bahwa percakapan tersebut adalah komunikasi terakhir mereka.
Alexa sendiri sudah menekuni olahraga tinju sejak kelas 5 SD dan terbiasa menjalani latihan yang keras. “Dari kecil dia terbiasa latihan berat, tapi tidak pernah cedera serius,” kata Jeli. Ia juga menegaskan bahwa putrinya tidak pernah menunjukkan tanda-tanda sakit parah, paling hanya batuk atau flu ringan.
Jeli Warman berharap agar kejadian yang menimpa anaknya ini dapat menjadi pelajaran berharga. Ia ingin perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan atlet muda semakin diperkuat di masa mendatang. “Alexa selalu semangat, tidak pernah menyerah. Saya ingin semangat itu tetap hidup di teman-temannya,” pungkas Jeli.
Kondisi Kesehatan dan Kronologi Kematian Atlet Tinju Alexa
Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten memastikan bahwa atlet tinju pelajar Alexandria Warman berada dalam kondisi sehat sebelum wafat. Berdasarkan rekomendasi pelatih sejak 9 Oktober 2025, Alexandria tidak masuk dalam kontingen Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVII. Hal ini karena ia mengalami cedera pergelangan kaki dan tidak memenuhi kelas pertandingan, sehingga tidak menjalani latihan intensif.
Kepala Dispora Banten, Ahmad Syaukani, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan kesehatan terakhir pada 12 Oktober menunjukkan seluruh atlet, termasuk Alexandria, berada dalam kondisi bugar. Pemantauan kesehatan dilakukan secara rutin oleh tim medis yang terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi, dan psikolog. Syaukani menegaskan, penyebab kematian belum dapat disimpulkan karena menjadi ranah medis, namun selama di asrama PPLP Banten, almarhumah tidak menunjukkan gejala sakit.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan, pada Jumat sore (17/10), Alexandria masih mengikuti latihan ringan. Ia juga sempat berkomunikasi melalui video call dengan keluarganya pada malam harinya. Namun, sekitar pukul 00.30 dini hari, ia ditemukan tak sadarkan diri oleh teman sekamar dan segera dibawa ke RS Fatimah. Setelah mendapat tindakan resusitasi jantung paru, ia dinyatakan meninggal dunia pukul 00.49 WIB.
Dispora Banten telah berkoordinasi dengan pelatih dan keluarga untuk proses pemulangan jenazah ke Serpong, Tangerang Selatan. Pihak Dispora juga memastikan hak-hak almarhumah, seperti santunan BPJS Ketenagakerjaan, akan diterima oleh keluarga. Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk memperkuat pengawasan kesehatan atlet pelajar dan meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas medis di asrama agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Sumber: AntaraNews