Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Pelajar SMP di Karanganyar Meninggal Dunia saat Ikut Kegiatan Bela Diri, Ini Fakta di Baliknya

Pelajar SMP di Karanganyar Meninggal Dunia saat Ikut Kegiatan Bela Diri, Ini Fakta di Baliknya

Korban diduga mengalami kekerasan dari seniornya.  Kasus ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. 

Pada Rabu (29/11), Satreskrim Polres Karanganyar Provinsi Jawa Tengah memeriksa saksi terkait kasus meninggalnya seorang pelajar berinisial WA (14), warga Manggung, Cangakan. Remaja itu meninggal saat mengikuti latihan kegiatan bela diri di halaman SD Kelurahan Cangakan.

“Kami masih dalam pemeriksaan saksi-saksi untuk mengungkap kasus meninggalnya korban WA saat mengikuti latihan bela diri,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Karanganyar, AKP Setiyanto, mengutip ANTARA.

Berikut fakta-fakta di balik meninggalnya pelajar SMP tersebut.

Pelajar SMP di Karanganyar Meninggal Dunia saat Ikut Kegiatan Bela Diri, Ini Fakta di Baliknya

AKP Setiyanto mengatakan bahwa kasus meninggalnya WA masih menunggu hasil visum. Untuk sementara, polisi telah menetapkan lima orang terduga pelaku atau tersangka dalam kasus tersebut.

Polisi kemudian mengamankan sejumlah teman korban untuk dijadikan sebagai saksi dalam kejadian tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, lima dari belasan orang yang sebelumnya berstatus saksi, dinaikkan menjadi pelaku atau tersangka.

Pelajar SMP di Karanganyar Meninggal Dunia saat Ikut Kegiatan Bela Diri, Ini Fakta di Baliknya

Lima orang tersebut merupakan teman-teman dari korban. Dua di antaranya sudah berusia dewasa dan tiga lainnya masih berstatus di bawah umur.

Tak hanya mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian yang dipakai korban saat latihan. Latihan bela diri itu sendiri digelar dua kali dalam seminggu.

Pelajar SMP di Karanganyar Meninggal Dunia saat Ikut Kegiatan Bela Diri, Ini Fakta di Baliknya

Selain itu, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti lain yaitu satu setel baju perguruan pencak silat milik korban dan dua setel baju perguruan milik korban lainnya yang terluka.

Lima orang terduga pelaku itu selanjutnya ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Mereka terancam dikenakan pasal 170 KUHP tentang kekerasan terhadap orang dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun.

Terkait autopsi korban, AKP Setiyanto mengatakan hasilnya belum langsung bisa diketahui karena butuh waktu seminggu ke depan untuk mengetahui hasilnya.

Kronologi Kejadian

Mengutip ANTARA, peristiwa meninggalnya WA berawal dari latihan pencak silat di halaman SD Cangakan Karanganyar pada Minggu (26/11) sekitar pukul 15.00 WIB.

Sebagai anggota baru, korban dibebankan untuk membawa siswa sebanyak empat orang saat latihan. Tapi korban tidak mendapatkan siswa sesuai target. Korban kemudian mendapat hukuman berupa sikap kuda-kuda ambil napas dan dipukul serta ditendang oleh seniornya.

Pada pukul 16.00 WIB, korban jatuh dan ngorok. Oleh saksi kemudian korban diberi pertolongan pertama dengan memberikan air minum. Setelah itu korban dibawa ke teras kelas.

Namun kondisi korban tambah parah. Saat dipegang tangannya terasa dingin dan detak jantungnya sudah tidak ada. Akhirnya korban dibawa ke rumah ruang IGD RSUD Kabupaten Karanganyar.

Jenderal Bintang 3 Angkatan Kapolri Bicara soal Mimpi 'Maaf sama Senior Kalau Saya Suka Cerewet'
Jenderal Bintang 3 Angkatan Kapolri Bicara soal Mimpi 'Maaf sama Senior Kalau Saya Suka Cerewet'

Komjen Fadil Imran bicara soal mimpi dengan personelnya dan sampaikan maaf pada seniornya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Tak Ada Persiapan Khusus, Ganjar Siap Jalani Pemeriksaan Kesehatan Besok
Tak Ada Persiapan Khusus, Ganjar Siap Jalani Pemeriksaan Kesehatan Besok

Sore ini, Ganjar mengaku tengah menikmati Bakmi Milenial di kawasan Jakarta Pusat. Tak sendirian, Ganjar ditemani keluarganya.

Baca Selengkapnya icon-hand
DPRD Minta Pemprov DKI Jamin Ketersediaan Blangko e-KTP Jelang Pemilu 2024
DPRD Minta Pemprov DKI Jamin Ketersediaan Blangko e-KTP Jelang Pemilu 2024

Ketersedian blangko sangat diperlukan untuk pemilih pemula agar terakomodir dalam Daftar Pemilih Tetap.

Baca Selengkapnya icon-hand
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
8 Fakta Mahasiswa UI Tewas Dibunuh oleh Senior, Tersangka Iri dan Terjerat Pinjol
8 Fakta Mahasiswa UI Tewas Dibunuh oleh Senior, Tersangka Iri dan Terjerat Pinjol

Sempat melawan, cincin yang dikenakan pelaku tertelan dan masuk ke dalam kerongkongan korban.

Baca Selengkapnya icon-hand
Bikin Penuh Kantor Polisi, Ini Penampakan 81 Pelajar Cileungsih Diciduk Usai Tawuran
Bikin Penuh Kantor Polisi, Ini Penampakan 81 Pelajar Cileungsih Diciduk Usai Tawuran

Diketahui, salah satu pelajar berinisial MR, mengalami luka sabetan senjata tajam dan langsung dilarikan ke RS Merry Cileungsi.

Baca Selengkapnya icon-hand
Gunungkidul Siaga Darurat Kekeringan, Ini Fakta di Baliknya
Gunungkidul Siaga Darurat Kekeringan, Ini Fakta di Baliknya

Hanya empat dari 18 kecamatan di seluruh Gunungkidul yang terdampak kekeringan

Baca Selengkapnya icon-hand
Kesaksian Tetangga Dengar Teriakan 'Tolong' di Kamar Indekos Remaja Tamansari Berlumuran Darah
Kesaksian Tetangga Dengar Teriakan 'Tolong' di Kamar Indekos Remaja Tamansari Berlumuran Darah

Ketua RT setempat, Iyung (65) mengatakan korban sudah tinggal bersama pacarnya selama kurang lebih empat bulan lamanya.

Baca Selengkapnya icon-hand
Pesan Suara Bocor, Siswa SMP di Banjar Diduga Ancam Bunuh Guru Gara-Gara Tidak Terima Ditegur
Pesan Suara Bocor, Siswa SMP di Banjar Diduga Ancam Bunuh Guru Gara-Gara Tidak Terima Ditegur

Kasus dugaan pengancaman itu terungkap setelah pesan percakapan siswa bocor.

Baca Selengkapnya icon-hand
Anies-Cak Imin Deklarasi Capres-Cawapres, PDIP Yakin Ganjar akan Kelimpahan Suara NU
Anies-Cak Imin Deklarasi Capres-Cawapres, PDIP Yakin Ganjar akan Kelimpahan Suara NU

Dia menilai Ganjar sosok yang lengkap dan baik sebagai pribadi maupun pengalamannya di bidang pemerintahan.

Baca Selengkapnya icon-hand