Misteri Kematian di Asrama: Dokter PPLP Banten Pastikan Kesehatan Atlet Alexandria Warman Bugar Sebelum Wafat, Dinyatakan DOA di RS

Dokter PPLP Banten menegaskan kesehatan atlet Alexandria Warman dalam kondisi prima sebelum wafat mendadak di asrama. Apa penyebab kematian atlet tinju remaja ini?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Misteri Kematian di Asrama: Dokter PPLP Banten Pastikan Kesehatan Atlet Alexandria Warman Bugar Sebelum Wafat, Dinyatakan DOA di RS
Dokter PPLP Banten menegaskan kesehatan atlet Alexandria Warman dalam kondisi prima sebelum wafat mendadak di asrama. Apa penyebab kematian atlet tinju remaja ini? (AntaraNews)

Kematian mendadak atlet tinju remaja Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Banten, Alexandria Warman, pada Sabtu (18/10) dini hari mengejutkan banyak pihak. Dokter pendamping PPLP Banten, dr Diden Albar, menegaskan bahwa kondisi kesehatan Alexandria Warman dalam keadaan bugar sebelum wafat. Pernyataan ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai penyebab pasti kepergian atlet muda tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan fisik terakhir yang dilakukan pada 12 Oktober, dr Diden Albar menyatakan Alexandria tidak memiliki masalah fisik yang serius. Ia hanya mengalami cedera olahraga ringan yang tidak membahayakan. Dua hari kemudian, pada 14 Oktober, kondisi Alexandria bahkan menunjukkan perbaikan signifikan.

Ironisnya, Alexandria Warman dinyatakan Dead on Arrival (DOA) saat tiba di rumah sakit, yang berarti ia sudah tidak bernyawa ketika sampai di fasilitas medis. Pihak rumah sakit tidak dapat memastikan penyebab kematiannya. Kondisi ini semakin memperdalam misteri di balik wafatnya atlet yang baru berusia remaja tersebut.

Pemeriksaan Medis Rutin dan Kondisi Terakhir Alexandria

Dokter Diden Albar secara rinci menjelaskan hasil pemeriksaan kesehatan Alexandria Warman sebelum kejadian tragis tersebut. "Saya melakukan pemeriksaan fisik terakhir pada 12 Oktober. Kondisi Alexa saat itu bugar, tidak ada masalah fisik, hanya cedera olahraga ringan," kata Diden di Serang, Selasa.

Ia menambahkan bahwa pada 14 Oktober, kondisi Alexandria semakin membaik. "Kondisinya bagus. Alexa bilang, ‘Kaki saya sudah enak, pak dokter'," ujar dr. Diden, menunjukkan respons positif dari atlet tersebut. Selain itu, dr. Diden juga menegaskan tidak ada catatan penggunaan obat-obatan atau suplemen yang direkomendasikan olehnya, karena Alexandria tidak sedang sakit.

PPLP Banten memiliki tim ahli gizi yang secara rutin memantau kondisi fisik atlet, termasuk berat badan, kadar air, dan massa lemak tubuh. Data terakhir menunjukkan berat badan Alexandria Warman adalah 65 kilogram, dan tidak ada program diet ekstrem yang dijalaninya. Hal ini semakin menguatkan bahwa kondisi fisiknya terpantau dengan baik.

Karena Alexandria tidak direkomendasikan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) sejak 9 Oktober, ia tidak menjalani program latihan intensif. "Secara medis, tidak ditemukan indikasi kelelahan ekstrem atau cedera berat. Alexa dalam kondisi sehat sebelum kejadian," tegas dr. Diden, menepis spekulasi mengenai kelelahan akibat latihan.

Kronologi Meninggal Dunia dan Pernyataan Dispora Banten

Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten juga turut memastikan bahwa atlet tinju pelajar Alexandria Warman dalam kondisi sehat sebelum wafat. Pernyataan ini sejalan dengan hasil pemeriksaan dokter PPLP. Kepala Dispora Banten, Ahmad Syaukani, menyebutkan bahwa pemeriksaan kesehatan terakhir pada 12 Oktober menunjukkan seluruh atlet, termasuk Alexandria, berada dalam kondisi bugar.

Pemantauan kesehatan atlet di PPLP Banten dilakukan secara rutin dan komprehensif oleh tim yang terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi, dan psikolog. Rekomendasi pelatih sejak 9 Oktober menyatakan Alexandria tidak masuk dalam kontingen Popnas XVII. Hal ini dikarenakan cedera pergelangan kaki dan ketidaksesuaian kelas pertandingan, sehingga ia tidak menjalani latihan intensif yang berlebihan.

Kronologi kejadian menunjukkan bahwa pada Jumat sore (17/10), Alexandria masih mengikuti latihan ringan. Ia bahkan sempat berkomunikasi melalui video call dengan keluarganya, menunjukkan tidak ada tanda-tanda masalah kesehatan serius. Aktivitas normal ini berlangsung hingga malam hari sebelum kejadian.

Sekitar pukul 00.30 dini hari, Alexandria Warman ditemukan tak sadarkan diri oleh teman sekamarnya di asrama. Ia segera dilarikan ke RS Fatimah untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setelah mendapat tindakan resusitasi jantung paru, Alexandria dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.49 WIB, dengan status Dead on Arrival.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi