Gaya Bicaranya Dikritik, Menteri PU: Saya Jawa Timur, Agak Slengekan

Dody juga menegaskan tidak pernah mendapat arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait gaya komunikasinya.

Delvira
Oleh Delvira - Reporter
Gaya Bicaranya Dikritik, Menteri PU: Saya Jawa Timur, Agak Slengekan
<p>Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Foto: Kementerian PU)</p>

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menanggapi kritik terhadap gaya komunikasinya yang dinilai kurang santun. Dody menyebut gaya bicaranya dipengaruhi latar belakangnya sebagai orang Jawa Timur yang dikenal lebih terbuka dan santai dalam berkomunikasi.

“Ya gimana, saya ini asalnya dari Jawa Timur, orang swasta, gimana, ya agak slengekan, ya sudahlah,” kata Dody di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (20/7/2026).

Meski demikian, Dody mengatakan dirinya tetap serius dalam membahas persoalan yang berkaitan dengan pekerjaan teknis.

“Kecuali sesuatu yang teknis banget baru saya akan serius. Kalau ini kan bukan sesuatu yang serius, ini hoaks semua, gimana,” ujarnya.

Dody juga menegaskan tidak pernah mendapat arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait gaya komunikasinya. Menurut dia, setiap pertemuan dengan Presiden lebih banyak membahas urusan pekerjaan.

“Kalau dipanggil ya sering, tiap saat. Tapi enggak, enggak ada urusan begituan lah,” katanya.

Terkait isu reshuffle kabinet pada Agustus mendatang, Dody menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden karena merupakan hak prerogatif kepala negara.

“Aduh, elu itu masa gue ngalah-ngalahin Presiden. Itu hak prerogatif bos. Ampun bos ampun,” ujarnya.

 

Tak Tahu Kasus Doxing UGM

Sebelumnya, Dody juga menyatakan tidak mengetahui persoalan dugaan doxing terhadap Dosen Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Nabiyla Risfa Izzati setelah mengkritik kebijakan Kementerian PU.

Dody mengaku bukan pengguna aktif media sosial dan tidak memahami istilah doxing.

“Saya ini lho, pegiat media sosial enggak, gimana saya tahu arti kata doxing ini. Gak ngerti saya gitu-gitu,” ucapnya.

Ia bahkan menegaskan tidak mengetahui arti maupun melakukan tindakan doxing.

“Doxing ini saja kosakata baru bagi saya. Demi Allah, demi Rasulullah, padahal saya bilang, saya ini kan masih muslim kan. Terus saya bilang demi Allah, demi Rasulullah saya bohong, kan gak mungkin lah,” kata Dody.

Dody mengatakan dirinya terbuka terhadap kritik dan menilai masukan dari publik dapat menjadi bahan evaluasi.

“Lho, enggak ada masalah. Kritik itu kan bagus. Kritik itu bagus membuat saya lebih bisa memperbaiki diri lagi ke depan. Enggak, enggak ada masalah,” pungkasnya.

Rekomendasi