Tampang Pembunuh Mozza Axilla, Berbaju Tahanan dan Tangan Diikat

Pelaku Mahendra mengetahui korban berkomunikasi melalui chat dengan laki-laki lain.

Danny Adriadhi Utama
Oleh Danny Adriadhi Utama - Reporter
Tampang Pembunuh Mozza Axilla, Berbaju Tahanan dan Tangan Diikat
Pembunuh Mozza Axillia dibawa ke penjara. (Istimewa).

Mahendra Very Dwi Anggara (22) alias MDVA warga Blora yang membunuh Mozza Axilla Gunarsa (18) dipicu cekcok antara korban dan pelaku akibat rasa cemburu. Pelaku Mahendra mengetahui korban berkomunikasi melalui chat dengan laki-laki lain.

"(Pengakuan tersangka) korban ketahuan chat dengan orang lain. Ini pengakuan pelaku. Ada rasa cemburu dan emosi," kata Kasat PPA-PPO Polrestabes Semarang Kompol Ni Made Sriniti, Sabtu (5/9).

Awal mula Mozza kenal dengan MDFS melalui TikTok pada Mei 2025. Keduanya kemudian menjalin hubungan. Usai kenal, akhirnya korban main di indekos tersangka di wilayah Candisari, Kota Semarang.

"Kenalannya sejak Mei 2025 lewat TikTok," ujar Sriniti.

Pengaku Tersangka Didalami

Meski demikian, keterangan tersebut masih sebatas pengakuan tersangka. Kepolisian masih mendalami kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya motif lain di balik pembunuhan.

Sebelumnya diberitakan, Mahendra Very Dwi Anggara (22) alias MDVA diduga membunuh Mozza dengan cara membekap korban hingga lemas. Bahkan tersangka mengaku tidak mengetahui secara pasti apakah korban saat itu sudah meninggal atau belum.

Setelah itu, tubuh korban diikat dan dibalut menggunakan kain sebelum dimasukkan ke dalam karung. MDFS kemudian membuang korban ke sebuah jurang di sekitar Tol Jangli, Kota Semarang.

Lokasi pembuangan korban akhirnya terungkap setelah MDFS ditangkap. Tersangka kemudian menunjukkan lokasi tempat dia membuang tubuh Mozza kepada kepolisian. Jenazah korban ditemukan pada Kamis 3 September 2026 dalam kondisi tinggal kerangka.

Rekomendasi